Prambanan Tak Lagi Sekadar Lintasan, Mandiri Jogja Marathon 2026 Dorong UMKM dan Desa

Author: Redaksi Android62

Mandiri Jogja Marathon 2026 di kawasan Candi Prambanan, Yogyakarta, menampilkan dampak yang melampaui garis finis. Ajang ini menggabungkan olahraga, budaya, pariwisata, keberlanjutan, dan penguatan ekonomi lokal dalam satu rangkaian kegiatan yang disebut Bank Mandiri sebagai “More Than a Race”.

Gelaran tahun ini juga menjadi edisi dengan jumlah peserta terbanyak sejak pertama kali digelar pada 2017. Sebanyak 10.200 pelari dari 17 negara ambil bagian dalam empat nomor lomba, yaitu Marathon 42K, Half Marathon 21K, 10K, dan 5K Fun Run.

Lintasan yang membawa pengalaman budaya

Rute lomba dirancang untuk memberi tantangan olahraga sekaligus pengalaman visual khas Yogyakarta. Para pelari melewati sejumlah ikon budaya dan lanskap perdesaan, termasuk Candi Plaosan dan Monumen Taruna, dengan lintasan yang telah tersertifikasi Association of International Marathons and Distance Races atau AIMS.

Di kategori full marathon open putra, Kiprono Koech finis tercepat dengan waktu 02:20:28. Ia disusul Amos Kipkemoi Chesang dan James Cherutich Tallam, sementara di sektor putri, Eunice Nyawira Muchiri menempati posisi pertama dengan catatan 02:39:35.

Kategori Juara Catatan Waktu
Full Marathon Open Putra Kiprono Koech 02:20:28
Full Marathon Open Putri Eunice Nyawira Muchiri 02:39:35
Full Marathon National Putra Rikki Marthin L Simbolon 02:30:06
Full Marathon National Putri Dwi Tiansi Anggraini 03:04:55

Di kategori Full Marathon National atau Closed Marathon, pelari Indonesia juga mencatat hasil menonjol. Rikki Marthin L Simbolon menjadi juara putra dengan waktu 02:30:06, sedangkan Dwi Tiansi Anggraini memimpin sektor putri dengan catatan 03:04:55.

Dampak ekonomi menjangkau pelaku usaha lokal

Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista mengatakan MJM telah berkembang menjadi platform kolaborasi yang menghubungkan komunitas, pelaku usaha lokal, pemerintah daerah, dan masyarakat. Menurut dia, ajang ini dirancang agar setiap langkah pelari memberi dampak nyata bagi lingkungan dan warga sekitar.

“MJM merupakan wujud sinergi yang terintegrasi antara Bank Mandiri, komunitas, pelaku UMKM, dan pemerintah daerah. Kami ingin setiap langkah pelari memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Adhika di Yogyakarta, Minggu (21/6).

Dampak tersebut terlihat lewat berbagai program yang menyertai penyelenggaraan. Bank Mandiri juga memperkuat literasi keuangan digital bagi pelaku UMKM di sekitar lokasi acara agar mereka lebih siap menggunakan transaksi digital dan meningkatkan kapasitas usaha.

Ruang promosi untuk UMKM Prambanan dan sekitarnya

Di Race Village kawasan Candi Prambanan, Bank Mandiri menghadirkan program Mandiri LAKU LOKAL yang menampung 27 brand lokal dan 70 tenant UMKM. Area ini menjadi etalase bagi pelaku kuliner dan ekonomi kreatif Yogyakarta untuk menjangkau pengunjung ajang lari.

Selain itu, UMKM Festival digelar dengan melibatkan sekitar 60 pelaku UMKM yang berdomisili di sekitar Candi Prambanan. Dua program tersebut memperluas manfaat ekonomi MJM bagi masyarakat setempat, terutama bagi usaha kecil yang bergantung pada ramainya aktivitas wisata.

Keberlanjutan, layanan sosial, dan pelestarian budaya

Komitmen lingkungan diterapkan sejak fase Road to MJM 2026 hingga setelah race day. Pada tahap registrasi, peserta dapat ikut aksi iklim melalui program One Ticket, One Climate Action yang terintegrasi dengan fitur Livin’ Planet, sekaligus menyeimbangkan jejak karbon lewat pembelian Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca atau SPE-GRK.

Pada hari lomba, penyelenggara menerapkan pengelolaan kawasan zero waste to landfill. Racepack menggunakan tekstil hasil upcycling, sementara peserta diajak mendukung kampanye daur ulang pakaian Mandiri Looping for Life.

Bank Mandiri juga membawa program sosial melalui Mandiri Bakti Kesehatan. Program ini menghadirkan Mini General Check Up bagi 1.650 Abdi Dalem di Puro Pakualaman, Puralaya Imogiri, dan Keraton Ngayogyakarta, serta menggelar khitanan massal bagi 280 anak di sekitar Prambanan.

Lewat Mandiri Sahabat Desa, perseroan melaksanakan perbaikan jalan, pembangunan batas desa, aksi bersih desa di 28 desa yang dilalui rute MJM, serta pembagian 2.800 paket sembako. Pelestarian budaya turut masuk melalui program “Pustaka Luhur, Akses untuk Semua” yang berfokus pada digitalisasi manuskrip kuno koleksi Widyapustaka Pakualaman.

Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa Mandiri Jogja Marathon tidak hanya menjadi arena kompetisi lari, tetapi juga ruang yang menghubungkan olahraga dengan manfaat ekonomi, sosial, dan budaya di Yogyakarta. Bank Mandiri menempatkan MJM 2026 sebagai contoh event olahraga yang memberi dampak lebih luas bagi masyarakat sekitar.

Source: finansial.bisnis.com
Berita Terbaru