Astra UD Trucks Alihkan Fokus Ke Logistik Jalan Raya, Target 2026 Dibuat Lebih Hati-Hati

Author: Redaksi Android62

Astra UD Trucks kini menaruh perhatian lebih besar pada pasar logistik on-road saat permintaan dari sektor tambang tidak lagi sekuat sebelumnya. Pergeseran arah ini membuat perusahaan membaca ulang peluang penjualan kendaraan niaga di tengah kondisi industri yang berubah cepat.

CEO Astra UD Trucks Bambang Widjanarko menyebut fokus perusahaan sekarang diarahkan ke truk untuk kebutuhan on-road. Langkah itu diambil setelah melihat banyak perusahaan tambang memilih menahan ekspansi dan bersikap wait and see.

Kondisi di sektor tambang ikut membuat pembelian armada baru menjadi lebih tertahan. Sejumlah kebijakan dalam negeri disebut turut menambah kehati-hatian pelaku usaha, sehingga keputusan investasi di segmen itu tidak lagi semudah sebelumnya.

Di antara kebijakan yang memengaruhi sentimen tersebut adalah pemangkasan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya atau RKAB batu bara dan nikel. Ada pula kewajiban penempatan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam di bank-bank Himbara, serta pembentukan Danantara Sumberdaya Indonesia.

Badan itu direncanakan menjadi eksportir tunggal batubara, kelapa sawit, serta ferro alloy. Dalam situasi seperti ini, perusahaan tambang dinilai cenderung menunda langkah pembelian armada baru sampai arah usaha terlihat lebih jelas.

Di sisi lain, Astra UD Trucks melihat logistik nasional masih punya ruang tumbuh. Kebutuhan distribusi barang terus bergerak, sehingga pasar on-road dipandang lebih prospektif ketika pasar tambang sedang melambat.

Bambang menegaskan bahwa fokus perusahaan tahun ini memang diarahkan ke segmen logistik. Ia menilai sektor ini masih menawarkan peluang ekspansi karena aktivitas distribusi tetap berjalan meski kondisi ekonomi belum sepenuhnya kuat.

Pandangan itu sejalan dengan proyeksi yang sebelumnya disampaikan Ketua Umum Asosiasi Logistik Digital Ekonomi Indonesia, Imam Sedayu Pusponegoro. ALDEI menyebut sektor logistik masih akan tumbuh dua digit pada 2026, sementara proyeksi pertumbuhan tahun ini berada di kisaran 9,3 persen dan masih berpeluang meningkat.

ALDEI juga menilai pertumbuhan ekonomi digital yang konsisten tinggi menjadi penopang penting bagi industri logistik. Dengan dukungan itu, sektor logistik bahkan dinilai bisa tumbuh di atas 10 persen pada tahun ini.

Bagi Astra UD Trucks, kondisi tersebut membuka ruang pengganti saat sektor tambang belum agresif. Perusahaan melihat kebutuhan armada untuk distribusi barang tetap ada, bahkan di beberapa area justru meningkat.

Salah satu peluang yang disorot ialah kebutuhan truk feeder untuk logistik kereta api. Permintaan seperti ini dianggap penting karena konektivitas distribusi dari dan ke jaringan transportasi utama terus dibutuhkan.

Meski fokus bergeser ke logistik, Astra UD Trucks tidak memasang target yang terlalu tinggi. Perusahaan memilih pendekatan yang lebih hati-hati agar pertumbuhan tetap sehat di tengah tekanan ekonomi yang masih terasa.

Bambang mengatakan target perusahaan pada 2026 dibuat wajar. Astra UD Trucks menargetkan penjualan hampir 1.200 unit truk, sedikit di atas capaian tahun lalu yang berada di kisaran seribuan unit.

Target itu menunjukkan perusahaan masih melihat peluang pertumbuhan, tetapi tetap menjaga ekspektasi. Sikap prudent dipilih karena kondisi ekonomi harus dibaca secara realistis dan pasar utama sebelumnya belum kembali aktif sepenuhnya.

Peralihan ke logistik on-road menandai penyesuaian strategi yang penting bagi Astra UD Trucks. Saat pasar tambang masih menahan langkah, perusahaan mencoba menangkap permintaan dari sektor yang perputarannya lebih cepat dan dekat dengan aktivitas konsumsi.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru