Atlus Tak Hanya Persona, 7 Game Ini Membuktikan Jangkauannya Jauh Lebih Luas

Author: Redaksi Android62

Nama Atlus kerap langsung dikaitkan dengan Persona, tetapi deretan game terbaik mereka menunjukkan gambaran yang jauh lebih luas. Dari RPG taktis, dungeon crawler, simulasi bedah, hingga petualangan FMV cyberpunk noir, perusahaan ini berkali-kali membuktikan bahwa identitasnya tidak berhenti pada satu seri saja.

Yang paling menonjol dari perjalanan itu adalah keberanian Atlus menghadirkan konsep yang tidak selalu mengikuti arus utama. Beberapa judulnya bahkan dianggap sebagai puncak di masing-masing seri karena menawarkan dunia yang kuat, sistem main yang khas, dan karakter yang mudah diingat.

Persona 5 Royal Tetap Menjadi Wajah Paling Populer

Di antara semua judul Atlus, Persona 5 Royal masih sering disebut sebagai puncak popularitas mereka. Game ini mengikuti sekelompok siswa SMA yang membentuk kelompok vigilante dan memanggil manifestasi jiwa terinspirasi dari mitologi serta budaya dunia untuk melawan kejahatan.

Versi Royal menambah karakter baru, cerita dan lokasi tambahan, serta berbagai peningkatan kenyamanan bermain. Perubahan itu membuatnya terasa lebih lengkap dibanding versi non-Royal dan memperkuat posisinya sebagai salah satu rilisan paling penting dari Atlus.

Metaphor: ReFantazio Menunjukkan Arah Baru

Atlus juga memperlihatkan bahwa mereka tidak bergantung pada Persona melalui Metaphor: ReFantazio. Game yang mengejutkan banyak pemain pada 2024 ini menghadirkan semesta baru dengan nuansa dan mekanisme yang terasa familier, tetapi tetap berdiri sebagai dunia tersendiri.

Dalam permainan ini, karakter memanfaatkan kekuatan Raja-Raja masa lalu yang disebut Archetype untuk bertarung. Ceritanya berpusat pada misi menjadi penguasa kerajaan magis bernama Euchronia.

Shin Megami Tensei V Masih Menjadi Fondasi Penting

Sebelum Persona menjadi fenomena besar, Atlus sudah lebih dulu membangun fondasi lewat Shin Megami Tensei. Seri ini menampilkan anak sekolahan yang bisa memanggil makhluk mitologis dari berbagai budaya untuk diajak bertarung.

Banyak penggemar menilai Shin Megami Tensei V sebagai yang terbaik di serinya. Daya tarik utamanya terletak pada dunia pasca-apokaliptik dengan perang memperebutkan hak membangun ulang alam semesta.

Etrian Odyssey 5 Menyempurnakan Formula Dungeon Crawler

Atlus meluncurkan Etrian Odyssey pada 2007 dengan pendekatan yang pada masanya terasa segar. Pemain harus menggambar sendiri peta dungeon yang dijelajahi, lalu mencatat progres di layar sentuh DS.

Dari seluruh seri, Etrian Odyssey 5: Beyond the Myth kerap dianggap paling kuat. Rilisan 2016 itu menyempurnakan formula sebelumnya lewat cerita yang menarik, gameplay yang lebih bervariasi, dan pilihan class karakter yang lebih banyak.

Unicorn Overlord Memberi Warna Baru Pada Taktik

Unicorn Overlord hadir sebagai hasil kolaborasi Vanillaware dan Atlus. Game ini membawa konsep taktik ke arah berbeda karena pemain tidak mengatur tiap unit satu per satu, melainkan mengarahkan seluruh pasukan dalam pertempuran real-time.

Ceritanya mengikuti seorang pangeran yang berkeliling dunia untuk mengumpulkan pendukung. Setiap keputusan pemain juga memberi dampak nyata pada perjalanan cerita dan perkembangan kekuatan mereka.

Trauma Center dan Tesla Effect Menegaskan Sisi Eksperimen Atlus

Trauma Center: Under the Knife menunjukkan bahwa Atlus berani meramu ide yang tidak biasa. Game Nintendo DS yang rilis pada 2005 ini memanfaatkan layar sentuh untuk gameplay operasi bedah di masa depan, lalu menggabungkannya dengan elemen visual novel khas Jepang.

Kombinasi itu berhasil menarik perhatian banyak pemain. Meski seri ini berakhir pada Trauma Team di 2010, konsepnya masih terasa punya peluang besar untuk kembali di tengah maraknya game simulasi.

Tesla Effect: A Tex Murphy Adventure juga masuk jajaran penting karena nilai nostalgianya. Setelah vakum 16 tahun sejak game terakhirnya pada 1998, seri detektif cyberpunk noir itu kembali pada 2014 lewat perpaduan misteri baru, penulisan cerita yang kocak, akting karakter solid, dan dunia 3D yang bisa dijelajahi secara menyeluruh.

Kedua game tersebut memperlihatkan bahwa Atlus tidak takut keluar dari pola aman. Di luar Persona, mereka tetap punya ruang besar untuk menghadirkan ide yang unik, berani, dan berbeda dari arus utama.

Source: www.idntimes.com
Berita Terbaru