Aturan Baru China Bisa Ubah Harga Mobil Listrik Murah, Biaya Produksi Diperkirakan Naik

Author: Redaksi Android62

Mulai 1 Juli 2026, pasar kendaraan listrik di China akan memasuki fase baru yang berpotensi mengubah hitung-hitungan harga. Dua standar keselamatan nasional yang lebih ketat akan resmi berlaku untuk seluruh kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV).

Perubahan ini datang di tengah skala pasar yang sudah sangat besar. Data Asosiasi Produsen Otomotif China (CAAM) mencatat produksi NEV pada Mei 2026 mencapai 1,554 juta unit, sementara penjualannya 1,496 juta unit, dengan total kendaraan energi baru yang beredar di China mencapai 43,97 juta unit pada akhir 2025.

Dorongan keselamatan yang lebih keras

Dua regulasi wajib yang akan menjadi acuan baru itu adalah Safety Requirements for Electric Vehicles (GB18384—2025) dan Safety Requirements for Power Batteries of Electric Vehicles (GB38031—2025). Pemerintah China menempatkan keduanya sebagai landasan baru untuk meningkatkan keselamatan pada level kendaraan dan baterai.

Salah satu perubahan yang menonjol adalah kewajiban penggunaan mekanisme fisik one-touch power cut-off. Sistem ini memungkinkan pengemudi atau petugas penyelamat memutus aliran listrik tegangan tinggi hanya dengan satu tindakan.

Pendekatan tersebut menggantikan mekanisme sebelumnya yang lebih mengandalkan perangkat lunak. Di sisi baterai, ketentuan keselamatan termal juga diperketat secara signifikan.

Tekanan biaya mulai terasa

Standar baru itu tidak hanya menambah lapisan perlindungan, tetapi juga menuntut proses pengembangan yang lebih kompleks. Produsen harus memperkuat perlindungan baterai, meningkatkan struktur kendaraan, dan menjalani pengujian yang lebih rumit.

Jika sebelumnya produsen hanya diwajibkan memberi peringatan setidaknya lima menit sebelum kebakaran atau ledakan terjadi, aturan baru menuntut baterai tidak mengalami kebakaran maupun ledakan selama pengujian keselamatan. Baterai tetap harus memberi sinyal peringatan kepada pengguna, sementara asap yang dihasilkan juga tidak boleh membahayakan penumpang.

China juga memperkenalkan uji benturan bagian bawah kendaraan untuk menilai perlindungan baterai dari benturan di bawah bodi. Selain itu, baterai harus tetap aman setelah menjalani 300 siklus pengisian cepat dan lolos pengujian korsleting eksternal.

Menurut analis industri yang dikutip Economic Information, standar baru ini berpotensi mendorong kenaikan biaya produksi baterai daya. Dampaknya juga bisa merembet ke biaya pengembangan model kendaraan listrik baru yang diluncurkan setelah Juli 2026.

Meski begitu, efek akhirnya pada harga jual tetap bergantung pada strategi tiap produsen dalam mengelola biaya dan menetapkan harga. Di tengah perang harga yang sudah lama mewarnai industri EV China, penyesuaian ini dapat mengubah perhitungan bisnis para pemain besar maupun kecil.

Dari perang harga ke tuntutan keselamatan

Selama beberapa tahun terakhir, industri kendaraan listrik China identik dengan persaingan harga yang sangat agresif. Produsen berlomba menekan banderol untuk memperluas pangsa pasar dan mempertajam kompetisi di dalam negeri.

Penerapan standar keselamatan yang lebih tinggi berpotensi menggeser orientasi itu. Produsen kini tidak cukup hanya menawarkan kendaraan murah, tetapi juga harus membuktikan bahwa produk mereka memenuhi tuntutan keselamatan yang semakin ketat.

Pemerintah China juga terus memperluas kerangka regulasi di sektor ini. Selain dua standar utama yang mulai berlaku pada Juli 2026, otoritas terkait telah menerbitkan standar baru untuk detektor kebakaran kendaraan yang berfokus pada peringatan dini terhadap fenomena thermal runaway pada baterai.

Langkah tersebut menunjukkan arah baru dalam industri EV China. Jika sebelumnya pertumbuhan volume menjadi prioritas utama, kini keselamatan semakin menjadi faktor yang tidak bisa lagi diabaikan oleh produsen.

Berita Terbaru