Sempat Dipompa di ICU, Ayah Arie Untung Berpulang Setelah Fungsi Organ Melemah

H. Untung Rumekso, ayah Arie Untung, meninggal dunia pada Sabtu, 18 Juli 2026, dalam usia 86 tahun. Pada malam terakhir perawatannya, almarhum sempat menjalani tindakan pemompaan dada setelah kondisinya memburuk di ICU.

Denyut jantung H. Untung Rumekso sempat kembali setelah tindakan tersebut dilakukan. Namun, keluarga kemudian mengikhlaskan kepergian sosok yang mereka panggil Pukung pada pukul 23.14 WIB.

Fenita Arie, menantu almarhum, menjelaskan bahwa penurunan kondisi kesehatan terjadi di tengah perawatan intensif. Sejumlah organ vital, termasuk paru-paru, jantung, dan ginjal, dilaporkan tidak lagi berfungsi optimal.

Kondisi Organ Vital Menurun

Keluarga menerima penjelasan bahwa hanya satu sisi paru-paru almarhum yang masih dapat berfungsi selama perawatan. Selain itu, terdapat pembengkakan pada jantung dan penurunan fungsi ginjal.

Fenita menyampaikan bahwa kondisi itu membuat masa pengobatan almarhum semakin berat. Usia lanjut serta banyaknya obat yang diberikan selama penanganan medis disebut menjadi bagian dari situasi yang dihadapi keluarga.

“Dari paru-parunya cuma bisa sebelah yang berfungsi. Jantungnya juga ada pembengkakan,” ungkap Fenita, seperti dikutip Liputan6.com. Ia juga menyebut ginjal almarhum diduga tidak lagi kuat menghadapi pengobatan yang dijalani.

TahapKondisi H. Untung Rumekso
Perawatan intensifFungsi paru-paru, jantung, dan ginjal melemah
Kondisi paru-paruHanya satu sisi yang dilaporkan masih berfungsi
Malam terakhirSempat dilakukan pemompaan dada di ICU
Pukul 23.14 WIBKeluarga mengikhlaskan kepergian almarhum

Asma Kambuh Setelah Operasi

Penurunan kesehatan almarhum terjadi setelah ia menjalani operasi di rumah sakit. Tindakan tersebut dilaporkan berlangsung lancar, tetapi asma yang telah lama diderita H. Untung Rumekso kemudian kembali kambuh.

Fenita mengatakan keluarga menduga tubuh mertuanya tidak lagi kuat menerima obat-obatan selama perawatan. “Operasinya alhamdulillah lancar, tapi mungkin karena kena obat-obatan dan sebagainya, Pukung nggak kuat,” tutur Fenita.

Sebelum dirawat, almarhum mengalami kecelakaan jatuh. Mengingat usianya telah 86 tahun, keluarga memilih membawanya ke rumah sakit untuk memperoleh penanganan medis.

Berawal dari Kecelakaan Jatuh

Fenita mengatakan pilihan perawatan di rumah sakit diambil karena penanganan tradisional dinilai membutuhkan waktu lebih lama. “Awalnya jatuh karena memang usianya sudah sepuh, sudah 86 tahun,” ujarnya di TPU Kampung Kandang, Jakarta Selatan.

Rangkaian kondisi itu membawa keluarga pada malam yang berat ketika kesehatan almarhum menurun drastis. “Semalam memang drop banget, sempat dipompa dadanya. Sempat balik lagi, sampai akhirnya jam 11.14 malam kami sekeluarga sudah ikhlas,” kata Fenita.

Jenazah H. Untung Rumekso dimakamkan di TPU Kampung Kandang, Jakarta Selatan, pada hari yang sama. Keluarga dan kerabat hadir memberikan penghormatan terakhir kepada ayah Arie Untung tersebut.

Source: www.liputan6.com
Berita Terkait