Babak Kedua Milik San Lorenzo, Cuenca Tersungkur Tanpa Gol

San Lorenzo memastikan tiga poin penting saat menjamu Deportivo Cuenca di Stadion Pedro Bidegain pada laga kedua Grup D Copa Sudamericana. Tim asal Argentina itu menang 2-0 setelah baru bisa memecah kebuntuan pada babak kedua, ketika tekanan yang mereka bangun sejak awal akhirnya membuahkan hasil.

Hasil ini terasa penting bagi San Lorenzo karena mereka sempat kesulitan mengubah dominasi permainan menjadi gol. Deportivo Cuenca sendiri pulang tanpa poin setelah gagal memaksimalkan peluang yang sempat muncul di menit-menit akhir pertandingan.

Tekanan San Lorenzo Tidak Langsung Berbuah Hasil

Sejak menit awal, San Lorenzo langsung mengambil kendali permainan dan memaksa Deportivo Cuenca bertahan lebih dalam. Penguasaan bola memang lebih banyak berada di tangan tuan rumah, tetapi serangan mereka kerap mentok saat memasuki area berbahaya lawan.

Babak pertama pun berjalan dengan pola yang sama. San Lorenzo terus menekan, namun penyelesaian akhir belum cukup tajam untuk membuat skor berubah, sehingga laga tetap tertahan 0-0 hingga turun minum.

Gol Pembuka Lahir dari Sundulan Romaña

Perubahan besar terjadi setelah jeda, ketika Jhohan Romaña akhirnya membuka skor pada menit ke-62. Bek tengah asal Kolombia itu menuntaskan peluang dengan sundulan akurat dan membawa San Lorenzo unggul 1-0.

Gol tersebut menjadi torehan keduanya bersama San Lorenzo sejak bergabung dengan klub. ESPN mencatat bahwa Romaña sebelumnya juga pernah mencetak gol saat melawan Palmeiras pada April 2024, sehingga kontribusinya tidak hanya terlihat di lini belakang, tetapi juga ketika membantu serangan.

Reali Menjadi Penggerak, Tripichio Menyelesaikan

Setelah unggul, San Lorenzo bermain lebih lepas dan terus mencari gol tambahan. Serangan mereka kembali membuahkan hasil melalui Nicolás Tripichio yang berhasil menuntaskan umpan Matías Reali.

Reali tampil menonjol dalam membangun serangan dari sisi depan dan mencatat dua assist dalam pertandingan ini. Umpan matang darinya memudahkan Tripichio untuk menutup laga dengan gol kedua yang mengunci kemenangan 2-0 bagi tuan rumah.

Kontribusi penting dalam laga ini dapat diringkas sebagai berikut:

  1. Jhohan Romaña: gol pembuka pada menit ke-62
  2. Nicolás Tripichio: gol kedua San Lorenzo
  3. Matías Reali: dua assist

Cuenca Sempat Mengancam di Akhir Laga

Meski tertinggal dua gol, Deportivo Cuenca tidak berhenti mencari celah untuk membalas. Ancaman terbesar mereka datang lewat Germán Rivero pada menit-menit akhir, ketika peluangnya sempat membuat publik tuan rumah tegang.

Bola hasil upaya Rivero membentur tiang gawang, tetapi momen itu tidak berubah menjadi gol. Cuenca akhirnya tetap gagal memperkecil ketertinggalan dan harus meninggalkan Argentina tanpa poin.

Bagi Deportivo Cuenca, pertandingan ini juga memiliki beban tersendiri karena menjadi laga tandang pertama mereka di luar Ekuador pada ajang ini. Situasi tersebut membuat mereka harus menghadapi tekanan tambahan saat berhadapan dengan San Lorenzo yang tampil agresif sepanjang pertandingan.

Dampak untuk Persaingan Grup D

Kemenangan ini membuat San Lorenzo memperbaiki posisi di klasemen sementara Grup D setelah sebelumnya hanya bermain imbang melawan Deportivo Recoleta. Tambahan tiga poin tersebut menjaga peluang mereka untuk tetap bersaing di papan atas grup.

Di sisi lain, Deportivo Cuenca perlu segera mengevaluasi performa mereka meski sebelumnya sempat membuka fase grup dengan hasil positif saat melawan Santos. Persaingan di Grup D masih terbuka lebar, dan hasil di Argentina menunjukkan bahwa setiap pertandingan dapat langsung mengubah peta persaingan.

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer