Bank Jateng dan Pemerintah Kabupaten Kebumen tengah mengkaji perluasan kerja sama strategis yang diarahkan pada penguatan ekonomi daerah, layanan publik, dan tata kelola keuangan. Audiensi antara Direktur Bisnis Kelembagaan dan Unit Usaha Syariah Bank Jateng Mas Waris dengan Bupati Kebumen Lilis Nuryani menjadi langkah awal untuk menyusun ruang kolaborasi yang lebih luas.
Pertemuan di Rumah Berdaya itu menempatkan UMKM dan pengentasan kemiskinan sebagai bagian penting dari arah pembahasan. Bank Jateng juga menyatakan minat untuk mengambil peran yang lebih besar dari sekadar penyalur kredit, dengan mendorong ekosistem ekonomi daerah yang lebih terhubung.
Empat pilar yang mengemuka
Dari pembahasan tersebut, ada empat fokus utama yang menonjol. Keempatnya mencakup penguatan sektor ekonomi lokal, peningkatan aksesibilitas layanan publik, tata kelola keuangan daerah yang transparan, serta prinsip keberlanjutan untuk mendukung pembangunan jangka panjang.
Mas Waris menegaskan bahwa Bank Jateng ingin menyelaraskan langkah perbankan dengan visi pemerintah daerah. Sejumlah peluang juga dibahas, mulai dari pengembangan ekosistem pembiayaan berbasis sektor unggulan hingga strategi untuk mendorong investasi.
Dukungan bagi UMKM dan ekonomi lokal
Dalam penjajakan itu, UMKM diposisikan sebagai salah satu penggerak utama ekonomi Kebumen. Dorongan agar pelaku usaha kecil naik kelas dinilai penting untuk membuat manfaat kerja sama lebih terasa di masyarakat.
Bank Jateng menempatkan perannya bukan hanya sebagai lender atau penyalur kredit. Bank itu ingin menjadi orkestrator ekosistem ekonomi daerah sekaligus mitra strategis bagi Pemkab Kebumen.
Sambutan pemerintah daerah
Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyambut baik inisiatif tersebut. Dalam siaran pers, ia menilai sinergi dengan Bank Jateng dapat memberi dampak nyata bagi roda perekonomian daerah.
Ia juga menyebut pembahasan meliputi penguatan sektor ekonomi, peningkatan layanan kepada masyarakat, serta dukungan terhadap pengelolaan keuangan daerah yang efektif dan berkelanjutan. Arah itu membuat penjajakan kerja sama tidak berhenti pada layanan perbankan semata, tetapi masuk ke agenda pembangunan daerah yang lebih luas.
Dengan menempatkan sektor unggulan, UMKM, investasi, dan keberlanjutan dalam satu kerangka kerja sama, kedua pihak membuka ruang bagi kemitraan yang lebih panjang. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat basis ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pengelolaan keuangan daerah yang lebih tertata.
