PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. belum mengambil keputusan untuk menaikkan bunga kredit meski Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan. Perseroan menilai dampak kebijakan itu belum langsung terasa dan masih perlu dicermati terlebih dahulu.
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan perubahan bunga kredit tidak bisa diputuskan tergesa-gesa. Menurut dia, bank perlu melihat lebih dulu respons pasar serta perkembangan pendanaan yang dihimpun dari masyarakat setelah kebijakan BI Rate berjalan.
Tekanan belum langsung terasa
Riduan menilai kenaikan suku bunga acuan memang menjadi mekanisme yang harus diikuti industri perbankan. Namun, efeknya tidak muncul seketika dan baru akan terlihat beberapa waktu setelah kebijakan diterapkan.
“Ini baru sebulan, impact-nya baru terasa berikutnya,” kata Riduan saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/6/2026). Pernyataan itu menunjukkan Bank Mandiri memilih berhati-hati sebelum menyesuaikan bunga pinjaman lebih lanjut.
Fokus pada biaya pendanaan
Riduan menegaskan arah bunga kredit di Bank Mandiri sangat terkait dengan kondisi funding atau pendanaan dari masyarakat. Artinya, keputusan bank tidak hanya dipengaruhi BI Rate, tetapi juga oleh biaya dan sumber dana yang menopang penyaluran kredit.
Pendekatan tersebut membuat Bank Mandiri masih menimbang keseimbangan antara menjaga daya saing produk kredit dan mempertahankan struktur pendanaan yang sehat. Hingga kini, belum ada pengumuman resmi mengenai kenaikan bunga kredit.
Kinerja kredit tetap terjaga
Dari sisi operasional, Riduan menyebut kinerja Bank Mandiri sampai Juni 2026 masih berada dalam jalur Rencana Bisnis Bank atau RBB. Meski ada beberapa koreksi seiring perubahan kondisi pasar, kualitas kredit perseroan disebut tetap terjaga.
Riduan mengatakan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) Bank Mandiri masih berada di level 0,97 persen. “Mandiri rendah kan NPL-nya, 0,97 persen. Jadi sampai hari ini tren vintage, kualitasnya masih bagus,” ujarnya.
Tidak ada arahan menahan bunga
Saat ditanya soal kabar adanya arahan pemerintah agar bank menahan kenaikan bunga kredit, Riduan membantah hal itu. Ia menegaskan tidak ada instruksi khusus yang diterima Bank Mandiri terkait penetapan suku bunga pinjaman.
Meski demikian, Bank Mandiri tetap menyatakan akan mendukung upaya mendorong pertumbuhan ekonomi. Untuk saat ini, perseroan masih memantau perkembangan pasar sebelum menentukan langkah berikutnya pada sisi bunga kredit.
