Kerupuk Udang Tanpa Minyak di PRJ, Camilan Renyah yang Baca Arah Baru Pasar Sehat

Author: Redaksi Android62

Kerupuk udang tanpa minyak menjadi salah satu pilihan kuliner yang menarik perhatian pengunjung Jakarta Fair Kemayoran 2026 di Hall C2 JIExpo Kemayoran. Produk ini ditawarkan sebagai camilan renyah dengan cita rasa udang, tetapi tanpa proses penggorengan yang biasanya identik dengan kerupuk pada umumnya.

Kehadiran produk tersebut menunjukkan perubahan selera pasar yang mulai memberi ruang lebih besar bagi makanan yang dianggap lebih ramah terhadap pola makan sehari-hari. Di tengah meningkatnya perhatian masyarakat pada aspek kesehatan, inovasi seperti ini menemukan tempatnya di ajang pameran yang juga dikenal ramai oleh pengunjung pencinta kuliner.

Diproses dengan pemanas, bukan digoreng

Pembeda utama kerupuk ini terletak pada cara pembuatannya. Yanto selaku pemilik usaha menjelaskan bahwa produk tersebut tidak digoreng, melainkan diproses menggunakan alat pemanas atau heater untuk menghasilkan tekstur renyah tanpa tambahan minyak.

Ia menilai perubahan kebiasaan konsumen menjadi alasan utama munculnya inovasi ini. Menurut Yanto, masyarakat tetap menyukai camilan tradisional, tetapi kini semakin mencari versi yang dianggap lebih sesuai dengan pola makan sehat.

“Mereka mencari makanan sehat. Makanan sehatnya kerupuk. Orang Indonesia kan suka kerupuk. Nah kerupuk-kerupuk yang kami buat ini kerupuk yang tanpa minyak,” ujar Yanto dikutip dari Metro TV.

Rasa udang tetap dijaga

Meski tanpa minyak, kerupuk ini tetap mengandalkan bahan baku udang pilihan sebagai penentu utama cita rasa. Yanto menyebut udang yang dipakai dipilih secara khusus agar karakter rasa kerupuk tetap kuat dan mudah diterima oleh pengunjung.

“Seperti gini nih kerupuk kami tidak ada minyak. Dan ini kan kami berikan yang rasa udang. Dan udang itu udang yang paling spesial dibuat kami,” kata Yanto.

Selain udang, tepung dan udang segar menjadi bahan utama dalam produksi kerupuk tersebut. Kombinasi itu dipakai untuk menjaga kualitas rasa sekaligus mempertahankan tekstur renyah meski tidak melalui penggorengan.

Alternatif camilan tradisional di tengah tren sehat

Inovasi ini memperlihatkan bahwa camilan tradisional masih bisa dikembangkan mengikuti arah pasar yang berubah. Di saat banyak konsumen mulai lebih peduli pada kandungan makanan yang mereka pilih, kerupuk udang tanpa minyak hadir sebagai opsi yang tetap akrab di lidah tetapi berbeda dari kebiasaan lama.

Produk tersebut juga memperkaya ragam kuliner yang hadir di Jakarta Fair Kemayoran 2026. Bagi pengunjung yang ingin mencoba camilan dengan konsep lebih sehat tanpa meninggalkan rasa udang yang khas, produk ini menjadi salah satu yang bisa ditemui selama gelaran berlangsung.

Pengunjung dapat menemukan kerupuk udang tanpa minyak tersebut di Hall C2 JIExpo Kemayoran. Keberadaannya menegaskan bahwa inovasi sederhana pun masih bisa menarik perhatian jika menjawab kebutuhan pasar yang sedang berubah.

Source: www.medcom.id
Berita Terbaru