Bantuan Dari 30 Negara Mengalir ke Venezuela, Gempa Besar Menjadi Ujian Dunia

Author: Redaksi Android62

Gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang mengguncang Venezuela pekan lalu menimbulkan korban jiwa dan kerusakan besar pada infrastruktur. Jumlah korban tewas telah mencapai 1.719 orang, sementara lebih dari 5.000 orang mengalami luka-luka.

Di tengah situasi itu, operasi penyelamatan dan bantuan kini melibatkan lebih dari 30 negara. Bantuan datang untuk memperkuat pencarian korban, evakuasi, dan dukungan kemanusiaan bagi warga yang terdampak.

Tim internasional terus bertambah

Pemerintah Venezuela menyebut kebutuhan di lapangan masih tinggi sehingga misi internasional terus diperkuat. Delcy Rodriguez mengatakan, “Regu lain dari Vietnam tiba hari ini, begitu pula tim penyelamat dari Kuba. Kami terus memperkuat kerja sama,” saat menjelaskan perkembangan penanganan darurat.

Kehadiran tim asing tidak terbatas pada pencarian korban di reruntuhan. Personel dari berbagai negara juga membantu operasi penyelamatan dan mendukung kebutuhan warga yang kehilangan tempat tinggal.

Sejumlah negara mengirim kru dengan kemampuan berbeda, mulai dari pencarian dan penyelamatan, tenaga medis, hingga perlindungan sipil. Keterlibatan lintas negara ini menunjukkan skala bencana yang sedang dihadapi Venezuela.

Italia menambah kekuatan di lapangan

Italia menjadi salah satu negara yang mengirim tambahan personel dalam jumlah besar, yakni lebih dari 100 orang. Mereka terdiri dari anggota badan perlindungan sipil, petugas pemadam kebakaran, tenaga medis, serta ahli pencarian dan penyelamatan.

Kementerian Luar Negeri Italia juga menyatakan 11 warga negaranya meninggal dunia akibat gempa di Venezuela. Selain itu, 40 orang lainnya masih terus dipantau, sementara dua penerbangan pesawat angkut militer telah membawa bantuan kemanusiaan dan peralatan ke wilayah terdampak.

Fokus berikutnya adalah warga yang kehilangan rumah

Selain operasi darurat, pemerintah Venezuela mulai menilai kondisi bangunan yang rusak di berbagai lokasi. Data keluarga yang kehilangan tempat tinggal juga dikumpulkan agar mereka bisa ditampung di kamp sementara.

Kementerian Perumahan turut menyusun program pembangunan rumah baru bagi para penyintas. Rodriguez menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan ribuan keluarga terdampak dapat memperoleh tempat tinggal baru pada akhir 2026.

Dengan bantuan yang terus masuk dari berbagai negara, penanganan di Venezuela masih berpusat pada pencarian korban, penampungan pengungsi, dan pemulihan awal di wilayah yang paling parah terdampak.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru