Barang bekas memang kerap terlihat menguntungkan karena harganya jauh lebih murah. Namun, ada beberapa jenis barang thrift yang justru bisa memunculkan biaya tambahan setelah dibawa pulang, mulai dari perbaikan hingga penggantian bagian tertentu.
Karena itu, pembeli perlu lebih cermat sebelum tergoda label harga. Kondisi fisik, kebersihan, potensi kerusakan tersembunyi, dan kelayakan pakai sebaiknya diperiksa sejak awal agar barang yang dibeli benar-benar memberi nilai lebih.
1. Barang yang terlalu mahal
Tidak semua barang di toko thrift otomatis murah. Sebagian justru dipasang dengan harga yang tinggi, bahkan selisihnya dengan barang baru tidak terlalu jauh.
Dalam kondisi seperti ini, membandingkan harga menjadi langkah penting sebelum membeli. Tanpa perbandingan yang jelas, barang bekas yang tampak menarik bisa berubah menjadi pembelian yang kurang masuk akal.
2. Barang yang bau menyengat
Bau barang bekas sering menjadi petunjuk awal tentang kondisi penyimpanan atau materialnya. Aroma asap rokok, jamur, atau bau apek yang kuat biasanya sulit dihilangkan meski sudah dibersihkan berkali-kali.
Bau yang menyengat juga bisa menandakan ada masalah yang lebih dalam pada barang tersebut. Jika aromanya sudah mengganggu sejak pertama kali dicium, pembeli sebaiknya mempertimbangkan ulang sebelum membayar.
3. Baju dengan noda atau lubang
Pakaian memang menjadi salah satu incaran utama saat thrifting karena modelnya masih bagus dan harganya rendah. Meski begitu, baju yang sudah berlubang atau rusak parah sebaiknya tidak dibeli.
Virginia Chamlee, ahli thrifting sekaligus penulis buku Big Thrift Energy, menilai kerusakan kecil sekalipun bisa menjadi masalah setelah pakaian dipakai. Bahan yang sudah lemah juga berisiko makin rusak dan membuat pemakaian terasa tidak nyaman.
4. Furnitur berlapis kain
Sofa dan kursi bekas sering tampak menarik karena harganya lebih murah dibanding barang baru. Akan tetapi, furnitur berlapis kain perlu diperiksa lebih hati-hati karena banyak bagian di dalamnya tidak terlihat dari luar.
Barang seperti ini berisiko menyimpan debu, jamur, dan kutu. Audra Samnotra, pemilik Social Swan Decor, menyebut penggantian lapisan kain furnitur bukan pekerjaan sederhana dan biasanya membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Thrifting tetap bisa menjadi cara cerdas untuk mendapatkan barang dengan harga terjangkau. Tetapi, pilihan yang terburu-buru justru bisa berakhir pada barang yang tidak nyaman dipakai, sulit dirawat, atau membutuhkan biaya tambahan setelah dibeli.
