FIBA Indonesia dan Nestlé MILO menyiapkan jalur pembinaan basket usia dini yang tidak berhenti pada latihan teknik semata. Lewat program Basketball For Good, keduanya ingin membuat sekolah dasar menjadi ruang tumbuh bagi anak yang aktif, sehat, percaya diri, dan mampu bekerja sama.
Program ini menyasar 100 guru dan 3.000 siswa sekolah dasar. Pelaksanaannya akan berjalan di 100 sekolah yang tersebar di Banten, Makassar, Lubuk Linggau, Kendari, dan Samarinda.
Pelatihan guru jadi kunci keberlanjutan
FIBA Indonesia dan Nestlé MILO menempatkan guru sebagai ujung tombak agar pembelajaran basket bisa terus hidup di sekolah. Dengan pelatihan bagi guru, kegiatan olahraga diharapkan tidak berhenti pada satu agenda, tetapi berlanjut sebagai kebiasaan yang melekat di lingkungan sekolah.
Pendekatan ini juga memberi sekolah ruang untuk menjaga kesinambungan aktivitas fisik. Karena itu, basket diarahkan bukan sekadar sebagai kegiatan tambahan, melainkan bagian dari budaya sekolah yang lebih aktif.
Kolaborasi tersebut diumumkan melalui penandatanganan nota kesepahaman di Kantor FIBA Indonesia, Menara Danareksa, Jakarta. Penandatanganan dilakukan oleh FIBA Chief Operating Officer Patrick Mariller, FIBA Indonesia Country Manager Rufiana, dan Marketing Manager Beverages & Confectionery Business Unit PT Nestlé Indonesia Alaa Shaaban.
Basket untuk karakter, bukan hanya kompetisi
Basketball For Good tidak dibangun hanya untuk mengajarkan permainan basket. Program ini juga membawa misi sosial untuk menumbuhkan rasa percaya diri, sportivitas, dan kerja sama tim pada anak-anak sekolah dasar.
Alaa Shaaban menyebut Nestlé MILO telah lama mendukung gaya hidup sehat dan aktif di Indonesia. Ia juga menekankan bahwa olahraga punya peran sebagai media pendidikan karakter bagi anak.
Menurut Alaa Shaaban, olahraga mengajarkan sportivitas, percaya diri, pantang menyerah, dan kerja sama tim. Nilai-nilai itu menjadi bagian penting dari tujuan program yang dijalankan bersama FIBA Indonesia.
Bagian dari inisiatif global FIBA
Patrick Mariller menjelaskan bahwa Basketball For Good merupakan bagian dari inisiatif global FIBA Foundation. Ia menegaskan bahwa olahraga dapat memberdayakan dan menginspirasi generasi muda.
FIBA juga melihat program ini sebagai upaya yang lebih luas dari sekadar pembinaan prestasi. Fokusnya mencakup kesehatan fisik, kesehatan mental, dan pengembangan keterampilan hidup anak-anak.
Patrick mengatakan FIBA di Indonesia telah melihat bagaimana basket membantu anak-anak menghadapi tantangan sekaligus membangun karakter. Karena itu, ia berharap kolaborasi dengan Nestlé MILO bisa menghasilkan perubahan yang berkelanjutan.
Jejak kegiatan yang sudah lebih dulu berjalan
Sebelum kerja sama ini diumumkan, Basketball For Good sudah lebih dulu hadir di sejumlah daerah. Program tersebut pernah berjalan di Timika, Mataram, Kulon Progo, Sumbawa Barat, dan Ambon.
Dari pelaksanaan itu, program telah menjangkau 58 sekolah, 117 guru, dan 1.770 siswa. Kegiatan yang dijalankan mencakup Hoops for Health dan Hoops for Well-being.
Kolaborasi FIBA Indonesia dan Nestlé MILO juga akan berjalan bersama PERBASI agar pelaksanaannya berkelanjutan di tingkat daerah. Dengan dukungan ekosistem yang lebih lengkap, pembinaan basket usia dini diarahkan bukan hanya melahirkan pemain, tetapi juga anak-anak yang sehat, percaya diri, dan mampu bekerja sama di sekolah.
Source: www.viva.co.id