Batam Disiapkan Jadi Pusat AI, Kementrans Gencarkan Pelatihan Anak Muda Lokal

Kementerian Transmigrasi menempatkan penyiapan tenaga kerja lokal sebagai kunci agar investasi digital dan kecerdasan buatan senilai Rp 88 triliun di Batam tidak berhenti pada angka besar semata. Fokusnya adalah memastikan proyek AI Data Centre di kawasan Nongsa memberi dampak langsung bagi warga sekitar.

Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara menilai masuknya investasi itu dapat memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital dan teknologi masa depan Indonesia. Ia menegaskan, ukuran keberhasilan investasi tidak cukup dilihat dari nilai modal yang masuk, tetapi juga dari lapangan kerja, kesejahteraan warga, dan harapan baru yang muncul di daerah.

Tenaga kerja lokal jadi sorotan utama

Kementrans menyatakan dukungannya dengan menyiapkan sumber daya manusia industri melalui pelatihan peningkatan kapasitas, keterampilan, disiplin kerja, dan integritas. Iftitah menekankan bahwa generasi muda Indonesia harus ikut dalam transformasi ekonomi digital yang terus berkembang.

Menurutnya, kompetensi dan integritas harus berjalan bersama agar tenaga kerja lokal benar-benar siap masuk ke industri dengan standar kerja tinggi. Ia melihat investasi besar hanya akan berarti jika masyarakat ikut terlibat langsung dalam rantai manfaatnya.

Manfaat harus dirasakan warga sekitar

Iftitah menjelaskan bahwa masyarakat transmigrasi tidak hanya berarti transmigran, tetapi juga penduduk lokal yang tinggal di kawasan transmigrasi dan wilayah sekitarnya. Karena itu, penyerapan tenaga kerja dari masyarakat setempat dinilai dapat memberi efek ekonomi yang lebih luas.

Dampak yang diharapkan mencakup penurunan angka pengangguran, peningkatan pendapatan masyarakat, dan pengentasan kemiskinan. Ia menilai manfaat seperti ini seharusnya menjadi bagian utama dari setiap investasi yang masuk ke daerah.

Sejalan dengan arah pembangunan nasional

Menurut Iftitah, arah kebijakan tersebut sejalan dengan implementasi Pasal 33 UUD 1945 sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto. Prinsipnya, pembangunan ekonomi harus memberi manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat.

Ia menegaskan hasil pembangunan tidak boleh hanya dinikmati pengusaha dan investor. Masyarakat di sekitar kawasan harus ikut merasakan pertumbuhan ekonomi yang lahir dari investasi tersebut.

Batam dinilai punya modal kepercayaan

Kementrans juga mengapresiasi pemerintah Kota Batam yang dinilai berhasil membangun kepercayaan investor. Kondisi itu membuat optimisme terhadap masa depan Batam sebagai pusat ekonomi digital nasional semakin kuat.

Bagi Kementrans, transformasi ekonomi nasional membutuhkan sinergi antara investasi, infrastruktur, teknologi, dan pengembangan manusia. Karena itu, penyiapan SDM dipandang menjadi langkah penting agar investasi AI Rp 88 triliun di Batam benar-benar menciptakan lebih banyak pekerjaan dan membuka ruang lebih luas bagi anak muda Indonesia untuk tumbuh bersama industri digital.

Source: www.beritasatu.com

Berita Terkait