Baterai Jaecoo Bisa Menembus Rp 174 Juta, Pemilik Mobil Listrik Perlu Menghitung Ulang Biaya Jangka Panjang

Author: Redaksi Android62

Biaya penggantian baterai pada lini mobil elektrifikasi Jaecoo di Indonesia kini menjadi salah satu angka yang paling menyita perhatian calon pemilik. Dari tiga model yang sudah dibuka kisaran biayanya, angka tertinggi mencapai Rp 174 juta untuk Jaecoo J5 EV.

Kabar ini penting karena baterai merupakan komponen paling mahal pada mobil listrik dan hybrid plug-in. Karena itu, biaya penggantiannya ikut memengaruhi cara konsumen menghitung total kepemilikan sejak awal.

Biaya berbeda sesuai model dan kapasitas

Jaecoo Indonesia menyampaikan bahwa biaya penggantian baterai tidak dibuat satu harga untuk semua model. Besarannya mengikuti kapasitas dan jenis kendaraan, dan angka yang diumumkan belum termasuk pajak pertambahan nilai atau PPN.

Untuk Jaecoo J7 SHS, biaya penggantian baterainya sekitar Rp 106 juta dengan kapasitas 18,3 kWh. Sementara Jaecoo J8 SHS membutuhkan sekitar Rp 160 juta untuk baterai berkapasitas 34,4 kWh.

Di posisi paling tinggi ada Jaecoo J5 EV. Model itu memerlukan biaya penggantian baterai sekitar Rp 174 juta dengan kapasitas 60,9 kWh.

Semakin besar kapasitas, semakin besar biaya

Dari daftar yang dibuka, terlihat pola yang mudah dibaca. Semakin besar kapasitas baterai, semakin tinggi pula biaya penggantiannya.

Kondisi ini membuat calon pembeli perlu melihat harga mobil tidak hanya dari sisi pembelian awal. Ongkos perawatan jangka panjang juga ikut menentukan beban kepemilikan kendaraan elektrifikasi.

Baterai diganti satu paket

Jaecoo juga menjelaskan bahwa baterai tidak diganti per modul. Jika ada kebutuhan penggantian, komponen itu harus diganti dalam satu paket atau pack.

Skema seperti ini membuat biaya perbaikan menjadi perhatian utama. Penggantian satu pack berarti nilai komponen yang diganti jauh lebih besar dibanding perbaikan sebagian.

Meski biayanya tinggi, proses penggantian disebut tidak berlangsung lama. Mohammad Ilham Pratama, Head of Marketing Jaecoo Indonesia, menyampaikan bahwa pengerjaan penggantian baterai membutuhkan sekitar tiga jam.

Ada sistem peringatan saat baterai bermasalah

Jaecoo menyebut mobilnya sudah dilengkapi sistem untuk mendeteksi potensi gangguan pada baterai. Jika ada masalah, kendaraan akan memberikan peringatan melalui panel instrumen.

Menurut Ilham, indikator akan menyala dan ada pengingat ketika baterai mengalami gangguan. Sistem ini membantu pemilik mengenali gejala kerusakan lebih cepat sebelum kondisinya memburuk.

Pemantauan seperti ini menjadi penting karena baterai memegang peran vital dalam mobil listrik murni maupun model SHS. Komponen tersebut bukan hanya mahal, tetapi juga menentukan performa kendaraan secara keseluruhan.

Transparansi biaya jadi bahan hitung ulang

Keterbukaan biaya dari Jaecoo memberi gambaran yang lebih nyata soal ongkos kepemilikan kendaraan elektrifikasi. Selama ini, banyak perhatian publik tertuju pada efisiensi energi dan biaya operasional harian yang cenderung lebih rendah.

Namun, angka penggantian baterai yang sudah menembus Rp 100 juta pada beberapa model menunjukkan bahwa faktor perawatan tetap harus masuk dalam perhitungan. Transparansi seperti ini membuat konsumen bisa menilai risiko finansial sejak awal.

Daftar yang sudah dibuka mencakup J7 SHS, J8 SHS, dan J5 EV. Dari ketiganya, J7 SHS menjadi yang paling rendah biaya penggantiannya, sedangkan J5 EV berada di posisi tertinggi.

Source: otomotif.kompas.com
Berita Terbaru