Harga BBM nonsubsidi di wilayah Sulawesi turun cukup tajam mulai 1 Juta 2026 pukul 00.00 WITA. Penurunan paling besar terjadi pada Pertamina Dex, yang kini dibanderol Rp21.650 per liter setelah turun Rp3.700 dari harga sebelumnya.
Penyesuaian harga ini berlaku di seluruh Sulawesi, termasuk Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, dan Gorontalo. Selain Pertamina Dex, Dexlite dan Pertamax Turbo juga ikut terkoreksi, sementara Pertamax, Pertalite, dan Biosolar dipertahankan.
Daftar perubahan harga BBM di Sulawesi
| Jenis BBM | Harga terbaru per liter | Perubahan |
|---|---|---|
| Pertamina Dex (CN 53) | Rp21.650 | Turun Rp3.700 |
| Dexlite (CN 51) | Rp20.150 | Turun Rp3.350 |
| Pertamax Turbo (RON 98) | Rp19.750 | Turun Rp1.450 |
| Pertamax (RON 92) | Rp16.650 | Tetap |
| Pertalite | Rp10.000 | Tetap |
| Biosolar | Rp6.800 | Tetap |
Di kelompok diesel, Dexlite juga mengalami koreksi yang cukup besar, yakni turun Rp3.350 menjadi Rp20.150 per liter dari sebelumnya Rp23.500. Sementara itu, Pertamax Turbo turun Rp1.450 per liter, dari Rp21.200 menjadi Rp19.750.
Untuk pengguna kendaraan harian, Pertamax RON 92 tetap berada di level Rp16.650 per liter. Pertalite dan Biosolar pun tidak berubah, masing-masing masih dipatok Rp10.000 per liter dan Rp6.800 per liter.
Corporate Communication Vice President Pertamina Niaga, Kitty Andhora, menyebut penyesuaian harga ini merupakan agenda rutin perusahaan. Menurut Pertamina, perubahan dilakukan setelah mempertimbangkan fluktuasi harga minyak mentah dunia, kondisi fiskal, serta kemampuan daya beli masyarakat.
Pertamina juga menegaskan bahwa kebijakan harga tidak diterapkan seragam untuk semua produk. Perusahaan bersama pemerintah memilih tidak mengubah harga BBM subsidi maupun Pertamax RON 92 agar beban konsumen tidak bertambah.
Dalam penjelasannya, Pertamina menyebut daftar harga terbaru itu sudah termasuk Pajak Atas Bahan Bakar Kendaraan Bermotor atau PBBKB sebesar 7,5 persen. Ketentuan ini penting karena mencerminkan harga yang langsung dibayar konsumen di wilayah Sulawesi.
Evaluasi harga kali ini menunjukkan bahwa penyesuaian paling terasa memang terjadi pada produk nonsubsidi tertentu, terutama pada lini diesel berkualitas tinggi. Bagi pengguna kendaraan di Sulawesi, perubahan terbesar berada pada Pertamina Dex dan Dexlite, sementara produk yang lebih banyak dipakai masyarakat luas tetap bertahan di harga lama.
Pertamina menilai langkah tersebut juga berkaitan dengan upaya menjaga mutu produk dan efisiensi bahan bakar. Di saat beberapa produk diturunkan, perusahaan tetap menahan harga BBM yang dinilai sensitif bagi masyarakat luas.
