Pemantauan lintas negara terhadap penumpang dan awak kapal pesiar MV Hondius masih berlangsung setelah wabah hantavirus di kapal itu menimbulkan lima kasus infeksi dan tiga kematian. Otoritas kesehatan menaruh perhatian besar karena para penumpang sudah tersebar di sejumlah negara sebelum seluruh situasi dipahami sepenuhnya.
World Health Organization menyatakan wabah ini tidak diperkirakan berkembang menjadi pandemi seperti COVID-19. Meski begitu, kondisi di lapangan tetap membuat pelacakan kontak dan pengawasan kesehatan berjalan ketat di banyak wilayah.
Tiga korban meninggal dan gejala awal di atas kapal
CNN melaporkan bahwa tiga korban meninggal terdiri dari pasangan asal Belanda dan seorang warga Jerman. Salah satu kasus awal diduga dialami seorang pria Belanda berusia 70 tahun yang mendadak sakit di atas kapal sebelum meninggal pada 11 April 2026.
Gejala yang muncul pada pria itu meliputi demam, sakit kepala, nyeri perut, dan diare. Pola tersebut memperkuat dugaan bahwa penularan sudah terjadi sebelum penumpang tiba di kapal atau selama perjalanan sebelumnya di Amerika Selatan.
Jejak penularan yang ditelusuri di Amerika Selatan
WHO menduga pasangan Belanda yang meninggal terinfeksi saat mengikuti perjalanan pengamatan burung di Argentina, Chile, dan Uruguay sebelum naik kapal pada 1 April 2026. Dugaan itu membuat pemerintah Argentina menelusuri rute perjalanan mereka untuk mencari sumber penularan.
Otoritas Argentina juga menangkap dan menguji tikus di sejumlah lokasi yang diduga terkait penularan. Langkah ini sejalan dengan karakter hantavirus, yang diketahui berkaitan dengan kontak dengan hewan pembawa virus di lingkungan tertentu.
Penumpang masih dipantau di berbagai negara
Sebanyak 146 penumpang dan awak dari 23 negara masih berada di atas kapal dengan pengawasan ketat. Di dalam rombongan itu terdapat 17 warga Amerika Serikat, sementara operator kapal Oceanwide Expeditions menyebut mereka dijadwalkan tiba di Kepulauan Canary pada akhir pekan ini sebelum dipulangkan ke negara masing-masing.
Pemantauan juga berlangsung di negara-negara tempat penumpang dan kontak erat sudah lebih dulu tersebar. Belanda, Inggris, Kanada, Singapura, Swiss, Prancis, Afrika Selatan, dan Amerika Serikat masuk dalam daftar wilayah yang ikut mengawasi perkembangan kasus.
Isolasi dan pemeriksaan terus berjalan
Di Singapura, dua pria berusia 60-an menjalani isolasi mandiri dan tes hantavirus. Salah satunya mengalami pilek ringan, sedangkan satu lainnya tidak menunjukkan gejala.
Di Amerika Serikat, otoritas kesehatan memantau sejumlah warga di Virginia, Texas, Georgia, Arizona, dan California. Hingga kini mereka belum menunjukkan gejala serius, tetapi pengawasan tetap dilakukan sebagai langkah pencegahan.
WHO menyebut wabah ini melibatkan varian Andes dari hantavirus, jenis langka yang dalam beberapa kasus dapat menular antarmanusia melalui kontak dekat. Karena para penumpang telah bepergian ke berbagai negara lebih dulu, otoritas kesehatan global tetap berhati-hati dalam mengikuti perkembangan kasus ini.
Source: www.suara.com






