Timnas Belgia mengakhiri kerja sama dengan Rudi Garcia meski sang pelatih meninggalkan rekor yang sangat kuat. Dalam 20 pertandingan selama 18 bulan, Garcia hanya merasakan dua kekalahan.
Keputusan Federasi Sepak Bola Belgia atau RBFA itu diambil setelah perjalanan Belgia di Piala Dunia 2026 berhenti pada perempat final. Kontrak Garcia tidak dilanjutkan ketika tim juga masih berada di Liga A UEFA Nations League.
Catatan Positif yang Tidak Berlanjut
Garcia membukukan 12 kemenangan dan enam hasil imbang bersama Belgia. Dua kekalahan dalam periode tersebut termasuk hasil 1-2 dari Spanyol pada perempat final Piala Dunia 2026.
| Catatan | Jumlah | Keterangan |
|---|---|---|
| Pertandingan | 20 | Selama kepemimpinan Garcia |
| Kemenangan | 12 | Hasil terbanyak Belgia |
| Hasil imbang | 6 | Bagian dari 20 laga |
| Kekalahan | 2 | Termasuk perempat final Piala Dunia |
Catatan itu memperlihatkan Belgia tetap kompetitif saat menjalani masa peralihan pemain. Namun, RBFA memilih menutup masa kerja sama yang dimulai sejak Garcia ditunjuk pada Februari 2025.
Garcia menyatakan keputusan tersebut diambil setelah pembicaraan dengan federasi. “Setelah berdiskusi dengan Federasi Belgia, kami memutuskan untuk tidak melanjutkan kerja sama yang telah berjalan sangat baik selama 18 bulan terakhir,” ujar Garcia.
Piala Dunia Menjadi Ujian Terbesar
Performa Belgia di Piala Dunia 2026 menjadi salah satu bagian utama dari periode kepelatihan Garcia. Tim sempat diragukan pada awal kompetisi sebelum mencatat kemenangan 5-1 atas Selandia Baru.
Hasil tersebut memicu rangkaian penampilan produktif. Belgia mencetak total 12 gol dalam tiga pertandingan berikutnya dan menunjukkan respons setelah menghadapi tekanan pada fase awal turnamen.
Laga babak 32 besar melawan Senegal menjadi salah satu momen paling dramatis. Belgia tertinggal dua gol hingga menit ke-86 sebelum Garcia melakukan sejumlah perubahan taktis.
Ia menarik beberapa pemain senior, termasuk Kevin De Bruyne dan Jérémy Doku. Perubahan itu membantu Belgia membalikkan keadaan serta mempertahankan langkah mereka di turnamen.
Setelah melewati Senegal, Belgia mengalahkan tuan rumah Amerika Serikat dengan skor 4-1. Kemenangan tersebut membawa mereka ke babak 16 besar sebelum akhirnya mencapai perempat final.
Perjalanan itu berakhir saat Spanyol menang 2-1. Gol Mikel Merino pada menit-menit akhir menggagalkan peluang Belgia untuk menembus empat besar.
Regenerasi Menjadi Pekerjaan Penerus
Selain hasil pertandingan, Garcia menempatkan regenerasi skuad sebagai bagian penting dari pekerjaannya. Ia menilai sasaran bersama federasi, termasuk pergantian generasi pemain, telah berjalan sesuai rencana.
“Saya mendoakan yang terbaik bagi Belgia dalam melanjutkan proses regenerasi ini,” kata Garcia dalam pernyataan resminya. Ia juga menyebut Belgia ditinggalkan dalam posisi aman di Liga A UEFA Nations League dan sebagai salah satu dari delapan tim terbaik dunia.
RBFA belum mengumumkan pelatih yang akan menggantikan Garcia. Penerusnya akan langsung menghadapi jadwal kompetitif pada ajang UEFA Nations League.
Belgia dijadwalkan bertandang ke Italia pada 25 September. Tiga hari kemudian, mereka akan menjamu Prancis dalam laga yang menjadi ujian awal bagi pelatih baru.
