Berani Bilang Tidak, Cara Sederhana yang Bisa Menjauhkan Anda dari Hubungan Tak Sehat

Hubungan yang sehat seharusnya memberi rasa aman, ruang untuk bersuara, dan kesempatan tetap terhubung dengan lingkungan sosial. Saat tekanan, kontrol berlebihan, dan rasa takut mulai mendominasi, keberanian untuk berkata tidak dapat menjadi langkah awal untuk menjaga diri.

Psikolog klinis Dra Kasandra Putranto menekankan bahwa batasan pribadi berperan penting untuk melindungi seseorang dari tekanan, manipulasi, dan perilaku yang mengikis rasa aman dalam hubungan. Sikap itu bukan tanda keras kepala, melainkan bentuk perlindungan diri yang perlu ditegaskan sejak awal.

Tanda hubungan mulai merugikan

Hubungan tidak sehat tidak selalu hadir dalam relasi asmara. Kondisi serupa juga bisa muncul dalam pertemanan dan hubungan lain, terutama ketika ada perilaku mengendalikan, kekerasan, atau upaya menjauhkan seseorang dari lingkungan sosialnya.

Saat seseorang terus merasa tertekan, tidak bebas, atau tidak nyaman dalam sebuah relasi, situasi itu patut diwaspadai. Perasaan tersebut kerap muncul berulang, tetapi sering diabaikan karena takut kehilangan, takut dianggap berlebihan, atau masih berharap pasangan akan berubah.

Intuisi yang tidak boleh diremehkan

Kasandra menjelaskan bahwa banyak korban sebenarnya sudah merasakan ketidaknyamanan sejak awal. Namun, sinyal itu kerap tertutup oleh harapan, rasa takut, dan tekanan emosional yang muncul di dalam hubungan.

Ia juga menilai intuisi sering menjadi respons alami otak saat menangkap tanda bahaya, meski belum disadari secara rasional. Gagasan ini sejalan dengan buku The Gift of Fear yang menjelaskan bahwa rasa tidak nyaman kadang muncul lebih dulu sebelum seseorang mampu menjelaskannya secara logis.

Batas pribadi perlu ditegaskan

Kemampuan berkata tidak berawal dari kesadaran seseorang terhadap nilai, hak, dan batasan yang dimiliki. Saat batas itu dipahami dengan jelas, seseorang akan lebih mudah mengenali ketika orang lain mulai melanggarnya.

Dalam pandangan Kasandra, penegasan batas pribadi membantu seseorang tidak mudah terseret ke dalam pola relasi yang merugikan secara emosional maupun psikologis. Karena itu, rasa tidak aman yang terus berulang tidak sebaiknya disepelekan.

Dukungan orang terdekat sangat menentukan

Dukungan keluarga, teman, dan orang-orang terdekat juga memegang peran besar dalam membantu korban melihat keadaan secara lebih objektif. Kehadiran mereka dapat menjadi penyeimbang ketika penilaian diri mulai kabur akibat tekanan atau manipulasi.

Dalam banyak kasus, orang yang berada di dalam hubungan tidak sehat kerap meragukan dirinya sendiri. Perspektif dari pihak luar dapat menjadi pijakan penting untuk menilai situasi dengan lebih jernih dan mengambil keputusan yang lebih tepat.

Ketika kebebasan terasa menyempit dan tekanan emosional makin besar, tanda-tanda itu perlu dibaca sebagai sinyal bahwa hubungan sedang berada di jalur yang bermasalah. Pada titik itu, berkata tidak bisa menjadi langkah penting untuk menjaga diri tetap berada di batas yang aman.

Source: www.beritasatu.com

Berita Terkait