Bersin pada kucing tidak selalu berarti masalah serius. Namun, jika suara bersin muncul berulang dan dibarengi ingus, mata berair, atau kucing tampak lesu, kondisi itu patut dicermati karena tubuhnya mungkin sedang melawan gangguan pada saluran pernapasan bagian atas.
Sinyal seperti ini sering menjadi petunjuk awal bahwa ada masalah yang lebih besar di balik hidung yang terus mengeluarkan reaksi. Pada tahap awal, kucing memang bisa tampak hanya sedang tidak nyaman, tetapi gejala yang menetap sebaiknya tidak diabaikan.
Infeksi saluran napas atas jadi pemicu yang sering muncul
Salah satu penyebab yang paling umum adalah infeksi virus pada saluran pernapasan bagian atas. Herpesvirus kucing termasuk yang sering ditemukan, dan gejalanya dapat berupa bersin, cairan dari hidung, serta keluarnya cairan dari mata.
Virus ini juga dapat dipengaruhi stres. Dalam beberapa kasus, kucing terlihat membaik sebentar, lalu kembali sakit saat menghadapi situasi yang memicu stres.
Bakteri kerap ikut memperburuk kondisi
Selain virus, infeksi bakteri juga sering menyertai gangguan pada saluran napas bagian atas. Tanda yang bisa terlihat adalah bersin terus-menerus disertai lendir atau kotoran hidung berwarna kuning.
Chlamydophila, Mycoplasma, dan Bordetella termasuk bakteri yang bisa memicu infeksi pada hidung. Pada banyak kasus, bakteri muncul sebagai penyebab sekunder atau faktor penyerta, bukan satu-satunya pemicu.
Hidung yang meradang juga dapat membuat kucing bersin terus
Iritasi dan peradangan pada hidung bisa membuat kucing bersin berulang. Kondisi ini sering disebut rinitis kronis dan biasanya baru dipertimbangkan setelah penyebab lain disingkirkan.
Diagnosisnya tidak sederhana karena tidak ada tes tunggal yang benar-benar cukup untuk memastikan kondisi tersebut. Biopsi hidung pun perlu dilakukan di bawah anestesi.
Benda asing yang terhirup saat mengendus juga berisiko
Kucing sering mengendus rumput, karpet, atau benda lain di sekitarnya. Saat itu, partikel kecil seperti debu atau bulu halus dapat masuk ke hidung dan memicu bersin sebagai upaya tubuh mengeluarkannya.
Masalah muncul jika benda yang terhirup terlalu besar untuk keluar lewat bersin. Dalam situasi seperti ini, dokter hewan dapat melakukan rinskopi dengan kamera yang dimasukkan ke hidung setelah kucing dibius, atau membersihkan saluran hidung dengan larutan garam steril di bawah anestesi.
Masalah gigi pun bisa berujung ke hidung
Penyakit gigi tidak selalu berhenti di area mulut. Akar gigi rahang atas letaknya dekat dengan saluran hidung, sehingga infeksi atau peradangan berat dapat menembus penghalang antara rongga gigi dan hidung.
Saat kucing makan, sisa makanan juga dapat masuk ke hidung dan memicu bersin. Karena itu, penanganan masalah gigi penting agar gejala bersin ikut mereda.
Alergi pada kucing juga bisa muncul lewat bersin
Alergi pada kucing paling sering tampak di kulit, misalnya gatal, kerontokan bulu, dan luka iritasi. Meski begitu, sebagian kucing juga dapat mengalami mata berair, batuk, bersin, dan napas berbunyi.
Kondisi ini dikenal sebagai rinitis alergi. Gejalanya bisa muncul musiman bila dipicu serbuk sari, atau berlangsung sepanjang tahun jika penyebabnya debu dan jamur di dalam ruangan.
Jika kucing hanya bersin sesekali tetapi tetap aktif, biasanya belum ada alasan kuat untuk panik. Yang perlu diwaspadai adalah saat bersin terjadi terus berulang dan disertai lesu, ingus, mata berair, atau kotoran hidung yang jelas, karena itu bisa menjadi tanda tubuh kucing sedang bermasalah.
Source: www.idntimes.com