Cedera Padel Tak Cukup Reda, Bethsaida Siapkan Jalur Aman hingga Kembali Bertanding

Author: Redaksi Android62

Rasa nyeri yang mereda belum otomatis berarti pemain padel siap kembali bertanding. Bethsaida Healthcare menyiapkan alur penanganan cedera yang mencakup pemeriksaan, tindakan medis, rehabilitasi, pemulihan, hingga penilaian kesiapan fisik sebelum kembali ke lapangan.

Pendekatan tersebut disiapkan untuk mendukung FIP Bronze Banten 2026 yang berlangsung pada 14-19 Juli 2026. Turnamen internasional di bawah International Padel Federation itu menunjuk Bethsaida Hospital Gading Serpong dan Seraphim Medical Center sebagai mitra medis resmi.

Padel menempatkan tubuh pada beban gerak yang berulang, mulai dari rotasi, akselerasi, pengereman mendadak, hingga perubahan arah cepat. Pola ini membuat keluhan pada otot, sendi, ligamen, tulang, dan tulang belakang perlu dinilai dengan tepat agar penanganannya sesuai kondisi.

Penanganan Tidak Berhenti Saat Nyeri Hilang

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga di Seraphim Medical Center, dr. Nahum, Dipl. CIBTAC, Sp.KO, menekankan bahwa latihan keras saja tidak cukup untuk menjaga kondisi pemain. Evaluasi fisik, program latihan yang sesuai, strategi pemulihan, dan pemantauan diperlukan untuk menjaga performa sekaligus menekan risiko cedera.

Menurut dr. Nahum, keputusan kembali berolahraga perlu mempertimbangkan lebih dari sekadar hilangnya rasa sakit. Kekuatan, fungsi gerak, kontrol tubuh, dan kesiapan fisik menjadi unsur yang perlu diperhatikan sebelum seseorang melanjutkan aktivitas olahraga.

Fasilitas Fokus Layanan Peran Utama
Bethsaida Hospital Gading Serpong Ortopedi, traumatologi, diagnostik, operasi, rehabilitasi medik Mendiagnosis dan menangani cedera, termasuk pascaoperasi
Seraphim Medical Center Medical Gym, fisioterapi, latihan terapeutik, cryotherapy, sauna, sports massage Membangun kebugaran dan kesiapan kembali berolahraga
Tim medis turnamen Asesmen awal, pemeriksaan kesehatan, fisioterapi Merespons keluhan selama kompetisi

Selama kompetisi, dokter dan tim medis akan bersiaga untuk melakukan asesmen awal ketika peserta mengalami keluhan atau cedera. Dukungan di lokasi juga mencakup pemeriksaan kesehatan, fisioterapi, sports massage, serta layanan kebugaran sesuai kebutuhan peserta.

Untuk cedera yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, Bethsaida Hospital Gading Serpong menyediakan layanan ortopedi, traumatologi, diagnostik, tindakan operatif, dan rehabilitasi medik. Jalur ini memungkinkan penanganan disesuaikan dengan tingkat keparahan serta struktur tubuh yang terdampak.

Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Subspesialis Cedera Olahraga, dr. Herryanto Agustriadi Simanjuntak, M.H.Kes., Sp.OT, Subsp. CO, menyebut sebagian cedera dapat ditangani secara konservatif. Pilihannya dapat berupa obat-obatan, fisioterapi, dan rehabilitasi, bergantung pada diagnosis pasien.

Namun, tindakan operasi dapat diperlukan pada kondisi tertentu untuk memperbaiki struktur yang rusak dan mengembalikan fungsi gerak. Setelah fase penyembuhan serta pemulihan fungsi tercapai, pasien dapat melanjutkan program kebugaran di Seraphim Medical Center.

Asesmen Sebelum Latihan

Seraphim Medical Center menggunakan Medical Gym untuk melakukan asesmen kondisi fisik sebelum peserta mengikuti program latihan. Program itu dapat disesuaikan untuk membantu peningkatan kekuatan, stabilitas, mobilitas, daya tahan, dan performa olahraga.

Fisioterapi serta latihan terapeutik juga disusun berdasarkan kondisi dan sasaran tiap individu. Pendekatan personal ini menempatkan kualitas gerak dan kesiapan tubuh sebagai bagian penting dari proses pemulihan, bukan hanya intensitas aktivitas.

Program pemulihan di fasilitas tersebut meliputi whole-body cryotherapy, sauna, dan sports massage. Layanan ini menjadi bagian dari recovery setelah latihan maupun kompetisi agar tubuh kembali siap menjalani aktivitas berikutnya.

CNN Indonesia melaporkan sinergi kedua fasilitas itu membentuk layanan berkelanjutan dari pencegahan hingga kesiapan kembali ke lapangan. Kehadiran dukungan medis di FIP Bronze Banten 2026 juga memperlihatkan perhatian terhadap performa serta pemulihan jangka panjang dalam olahraga padel.

Source: www.cnnindonesia.com
Berita Terbaru