Biaya AI Mulai Menekan Pasar, IPO SpaceX Jadi Ujian Besar Berikutnya

Biaya penggunaan AI yang terus membengkak mulai memunculkan pertanyaan baru di kalangan pasar. Citadel Securities menilai tekanan itu sudah memengaruhi laju adopsi, tepat ketika investor bersiap menghadapi gelombang IPO besar yang berpotensi menguji minat terhadap saham bertema AI.

Fokus kekhawatiran tersebut ada pada konsumsi token yang semakin mahal. Jika pengeluaran itu terus naik, asumsi bahwa permintaan komputasi akan bertambah tanpa henti bisa mulai goyah, terutama ketika perusahaan pengguna mulai menghitung ulang manfaat belanja AI mereka.

Perusahaan besar mulai menahan anggaran AI

Sejumlah contoh di lapangan memperlihatkan perubahan sikap yang semakin nyata. Amazon menutup leaderboard token internal KiroRank setelah insinyur diduga memanipulasinya, sementara Microsoft membatalkan Claude Code untuk sekitar 5.000 staf setelah tagihan token melampaui anggaran.

Meta juga menyingkirkan leaderboard serupa pada April, dan CTO Uber mengakui perusahaan itu menghabiskan seluruh anggaran coding AI 2026 hanya dalam empat bulan. Rangkaian peristiwa tersebut membuat konsumsi token tidak lagi dipandang sebagai simbol prestasi, melainkan sebagai beban yang harus dibuktikan manfaat nyatanya.

Valuasi AI bergantung pada asumsi yang rapuh

Citadel menilai adopsi AI melambat karena kekhawatiran biaya, dan dampaknya bisa terasa lebih luas di pasar. Banyak valuasi AI dibangun di atas asumsi bahwa konsumsi token akan terus meningkat, sehingga pengetatan belanja dari pelanggan korporasi berpotensi mengganggu laju monetisasi penyedia AI.

Situasi ini juga menempatkan para pemain besar pada posisi yang berbeda. Frontier AI, menurut Citadel, pada akhirnya akan terkonsentrasi di segelintir perusahaan dengan neraca kuat yang mampu menyerap biaya komputasi, sementara perusahaan lain kemungkinan akan mengurangi penggunaan.

SpaceX membuka rangkaian uji sentimen pasar

Peringatan itu datang menjelang salah satu rangkaian IPO paling besar dalam sejarah, dimulai dengan SpaceX yang dijadwalkan tampil setelah penutupan pasar. SpaceX diperkirakan diperdagangkan Jumat di kisaran $1.77 triliun, dengan valuasi tersebut sangat bergantung pada bisnis komputasi xAI yang diakuisisi pada Februari.

Di saat yang sama, Anthropic telah mengajukan S-1 secara rahasia pada 1 Juni, hanya beberapa pekan setelah pendanaan yang menilai perusahaan itu hampir $965 miliar. OpenAI juga sedang menyiapkan pengajuannya, sehingga pasar akan segera mendapat beberapa titik uji besar untuk melihat apakah tema AI masih mampu menyedot modal dalam jumlah besar.

Arus modal bisa ikut terseret

Citadel mengingatkan bahwa masa transisi ini berpotensi tidak stabil, terlebih jika IPO-IPO besar menyedot likuiditas pasar. Dalam kondisi seperti itu, debut SpaceX akan dibaca bukan hanya sebagai peristiwa korporasi, tetapi juga sebagai sinyal awal untuk perdagangan AI secara keseluruhan.

Jika hasilnya kuat, minat risiko bisa terlihat tetap bertahan. Namun jika mengecewakan, kekhawatiran terhadap tema AI dapat muncul cepat, apalagi di tengah tanda-tanda bahwa perusahaan pengguna mulai lebih berhati-hati terhadap biaya komputasi yang terus naik.

Di luar isu tersebut, pasar kripto sempat pulih 2% sampai 3% dari titik terendah, dengan BTC kembali ke $63.000. Meski begitu, perhatian pelaku pasar tetap tertuju pada apakah tema AI masih sanggup menarik modal besar ketika biaya nyata mulai menekan adopsi di sisi korporasi.

Berita Terkait