Biaya BBM Veloz Hybrid Bisa Lebih Hemat Rp586 Ribu per Bulan, Ini Hitungannya

Selisih biaya bahan bakar antara Toyota Veloz Hybrid dan Veloz bensin bisa mencapai Rp586.710 per bulan. Perhitungan ini muncul dari simulasi pemakaian 1.100 km per bulan dengan harga Pertamax Rp12.300 per liter, sehingga pengeluaran rutin pengguna bisa turun hampir separuh bila memilih varian hybrid.

Angka tersebut menjadi perhatian karena kebutuhan MPV keluarga biasanya tidak lepas dari perjalanan harian yang padat. Dalam kondisi seperti itu, efisiensi bahan bakar bukan sekadar data teknis, melainkan faktor yang langsung memengaruhi pengeluaran bulanan.

Perbedaan konsumsi yang paling terasa di penggunaan harian

Veloz bensin umumnya mencatat konsumsi di kisaran 10-15 km/liter. Saat menghadapi kemacetan dan kondisi berhenti-jalan, angka itu biasanya turun mendekati 10 km/liter.

Di rute tol atau perjalanan luar kota dengan kecepatan stabil, konsumsi Veloz bensin bisa membaik ke 14-15 km/liter. Sementara itu, Veloz Hybrid disebut mampu menghasilkan 28-29 km/liter di dalam kota, 19-20 km/liter di tol atau luar kota, dan dalam pengujian tertentu bisa menembus 30+ km/liter.

Perbedaan ini muncul karena sistem hybrid memanfaatkan motor listrik saat mobil bergerak pelan atau berada di kecepatan rendah. Dalam kondisi macet, mesin bensin tidak perlu bekerja terus-menerus sehingga konsumsi bahan bakar bisa ditekan lebih jauh.

Simulasi biaya bulanan menunjukkan selisih besar

Dengan asumsi jarak tempuh 50 km per hari selama 22 hari kerja, total penggunaan mencapai 1.100 km per bulan. Jika memakai Veloz bensin dengan konsumsi rata-rata 12 km/liter, kebutuhan BBM berada di level 91,7 liter per bulan.

Dari hitungan tersebut, biaya yang harus disiapkan sekitar Rp1.127.910. Pada Veloz Hybrid, asumsi konsumsi rata-rata 25 km/liter membuat kebutuhan BBM turun menjadi 44 liter per bulan.

Biaya yang keluar untuk hybrid berada di kisaran Rp541.200. Selisih penghematannya mencapai Rp586.710 per bulan, atau sekitar Rp7 juta per tahun.

Mesin hybrid yang mendukung efisiensi

Veloz Hybrid memakai mesin 1.500 cc berkode 2NR-VEX yang dipadukan dengan motor listrik. Mesin bensinnya menghasilkan 91 PS, sedangkan motor listrik menyumbang 80 PS dengan torsi 141 Nm dan total output sistem sekitar 109 hp.

Toyota juga memakai transmisi e-CVT khusus hybrid agar perpindahan tenaga terasa lebih halus. Mobil ini membawa baterai lithium-ion ringkas yang bersifat self-charging, sehingga tidak memerlukan pengisian daya eksternal dan tidak mengganggu ruang kabin.

Kombinasi tersebut membuat akselerasi awal terasa lebih responsif. Kabin juga disebut lebih senyap saat mode EV aktif, sementara dimensinya tetap sama seperti versi bensin dengan panjang 4.475 mm dan ground clearance 205 mm.

Pilihan bensin tetap punya tempat

Meski kalah efisien, Veloz bensin masih menawarkan daya tarik tersendiri bagi sebagian pembeli. Model ini menggunakan mesin 1.5L 2NR-VE Dual VVT-i berkapasitas 1.496 cc dengan tenaga maksimal 106 PS dan torsi 137 Nm.

Pilihan transmisinya juga lebih beragam, yakni manual 5-percepatan atau CVT otomatis. Pada varian tertinggi, fitur yang tersedia mencakup Toyota Safety Sense, 6 airbags, Vehicle Stability Control, electric parking brake dengan brake hold, head unit 9 inci, serta TFT MID 7 inci.

Pada akhirnya, Veloz Hybrid lebih cocok untuk pengguna yang sering berkendara di kota besar dan ingin menekan biaya operasional dalam jangka panjang. Sementara itu, Veloz bensin tetap relevan untuk pembeli dengan anggaran awal lebih terbatas atau yang lebih sering menempuh rute luar kota dengan kebutuhan transmisi manual.

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer