Curah hujan rata-rata nasional Indonesia pada Juni 2026 hanya mencapai 153 mm. Angka ini menempatkan Juni tahun ini sebagai bulan ke-8 terkering sejak 1991, menurut data pengamatan BMKG.
Kondisi tersebut menjadi sinyal awal bahwa musim kemarau mulai mendominasi banyak wilayah di Indonesia. BMKG menilai situasi ini perlu dicermati karena dapat berkaitan dengan meningkatnya risiko kekeringan, terutama bila penurunan hujan terus berlanjut hingga puncak kemarau.
El Nino memperkuat kondisi kering
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani pada akhir Juni 2026 menyampaikan bahwa El Nino telah masuk kategori kuat dengan peluang hingga 98 persen. Fenomena iklim global itu berpotensi menekan curah hujan secara tajam ketika berbarengan dengan musim kemarau.
BMKG menegaskan bahwa El Nino dan musim kemarau adalah dua hal yang berbeda. Musim kemarau merupakan siklus tahunan, sedangkan El Nino muncul secara periodik dan dapat memperkuat kondisi kering di Indonesia.
Lembaga itu memperkirakan El Nino akan berlangsung selama 9-12 bulan. Dampaknya diperkirakan paling terasa di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan bagian selatan, Sulawesi, dan Papua bagian selatan.
| Wilayah terdampak | Perkiraan kondisi Juli-Oktober 2026 |
|---|---|
| Jawa | Di bawah normal |
| Bali | Di bawah normal |
| Nusa Tenggara | Di bawah normal |
| Sumatera bagian selatan | Di bawah normal |
| Kalimantan bagian selatan | Di bawah normal |
| Sulawesi | Di bawah normal |
| Papua bagian selatan | Di bawah normal |
Untuk periode Juli hingga Oktober 2026, curah hujan di wilayah-wilayah tersebut diperkirakan berada di bawah normal dibandingkan rata-rata klimatologis. BMKG juga sebelumnya menyebut Agustus sebagai puncak musim kemarau di berbagai wilayah Indonesia.
Juni 2026 masuk daftar bulan paling kering
Melalui unggahan Instagram resminya pada Rabu (15/7/2026), BMKG menyebut Juni tahun ini termasuk salah satu bulan Juni dengan curah hujan terendah dalam lebih dari tiga dekade terakhir. Lembaga tersebut menyoroti bahwa kondisi ini patut diperhatikan sebagai bagian dari perkembangan musim kemarau.
BMKG juga mencatat bahwa rekor terendah curah hujan untuk bulan Juni terjadi pada 1997. Saat itu, Indonesia mengalami El Nino kuat yang membuat musim kemarau berlangsung lebih kering dari biasanya.
| Informasi | Keterangan |
|---|---|
| Curah hujan rata-rata nasional Juni 2026 | 153 mm |
| Peringkat terendah sejak 1991 | Ke-8 |
| Juni terkering dalam catatan BMKG | 1997 |
| Kondisi pada 1997 | El Nino kuat |
Dengan curah hujan yang sudah rendah sejak Juni, BMKG menekankan perlunya langkah mitigasi, terutama yang berkaitan dengan ketersediaan air. Tekanan terbesar diperkirakan muncul di wilayah yang memang sudah masuk daftar area terdampak El Nino.
Situasi ini membuat awal musim kemarau 2026 perlu diwaspadai. BMKG menilai kombinasi musim kemarau dan El Nino dapat memperkuat kondisi kering di banyak daerah jika pola hujan rendah terus berlanjut.
