BNI Hadirkan Pembayaran Non-Tunai Di Istora, Penonton Indonesia Open Lebih Praktis Menikmati Laga

Author: Redaksi Android62

Lebih dari 50 tenant kuliner dan usaha pendukung ikut meramaikan Indonesia Open 2026 di Istora Senayan, Jakarta, dengan dukungan sistem pembayaran digital BNI. Kehadiran layanan non-tunai ini membuat pengunjung bisa bertransaksi di ticket box, booth merchandise, dan area kuliner tanpa perlu bergantung pada uang tunai.

Selama turnamen yang berlangsung pada 2–7 Juni 2026 itu, BNI menyiapkan mesin Electronic Data Capture atau EDC serta QRIS wondr by BNI di area pertandingan. Langkah ini ditujukan agar proses pembayaran berlangsung lebih cepat, aman, dan efisien saat penonton menyaksikan ajang bulu tangkis kelas dunia.

Dengan pola transaksi seperti itu, penonton tidak hanya dimudahkan saat membeli kebutuhan di lokasi acara. Mereka juga bisa lebih fokus menikmati pertandingan karena urusan pembayaran dibuat lebih ringkas dan praktis.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan layanan pembayaran digital tersebut disiapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin terbiasa dengan gaya hidup digital. Menurut dia, pengunjung akan mendapatkan pengalaman transaksi yang lebih nyaman selama Indonesia Open berlangsung.

Dukungan untuk ekosistem turnamen

BNI menempatkan layanan pembayaran digital itu sebagai bagian dari dukungan yang lebih luas terhadap penyelenggaraan Indonesia Open. Sistem non-tunai di area turnamen juga membantu transaksi di area pertandingan terdokumentasi dengan lebih baik.

Dari sisi pelaku usaha, kehadiran EDC dan QRIS wondr by BNI memberi manfaat langsung bagi tenant kuliner, penjual merchandise resmi, dan usaha pendukung lainnya. Alur pembayaran yang lebih cepat membuat aktivitas jual beli di sekitar arena berjalan lebih praktis.

BNI memandang penerapan sistem pembayaran digital dalam ajang olahraga internasional bukan sekadar soal kemudahan pengunjung. Langkah itu juga membuka ruang lebih besar bagi perluasan ekosistem transaksi non-tunai di berbagai sektor ekonomi.

Dorong adopsi layanan digital

Momentum Indonesia Open 2026 juga dimanfaatkan BNI untuk memperluas penggunaan layanan digital miliknya. Melalui aplikasi wondr by BNI, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan perbankan secara digital, termasuk pembukaan rekening dan transaksi harian yang lebih fleksibel.

BNI juga menjalankan program Rejeki wondr BNI 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat keterlibatan nasabah. Di saat yang sama, kehadiran layanan digital di Istora ikut menjadi pintu untuk memperkenalkan kebiasaan transaksi yang lebih modern kepada publik.

Sebagai mitra strategis PBSI, BNI menegaskan dukungannya terhadap kemajuan bulu tangkis Indonesia secara menyeluruh. Dukungan itu mencakup pembinaan atlet, penyelenggaraan turnamen, serta penyediaan infrastruktur layanan keuangan yang menunjang kelancaran event.

Melalui penguatan transaksi digital di Indonesia Open 2026, BNI ingin menghadirkan pengalaman yang aman, cepat, dan praktis dalam aktivitas masyarakat. Kehadiran sistem non-tunai di Istora Senayan menjadi salah satu wujud penerapan layanan itu di tengah ajang olahraga internasional.

Source: finansial.bisnis.com
Berita Terbaru