Kebocoran Modul Zvezda Makin Serius, NASA Pindahkan Astronaut ISS ke Kapsul Dragon

Author: Redaksi Android62

Kebocoran udara di modul Rusia Zvezda kembali membuat NASA mengambil langkah siaga di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Empat anggota Crew-12 bersama astronaut NASA Chris Williams sempat diarahkan berlindung ke kapsul Dragon sebagai tindakan pencegahan saat situasi dinilai perlu dipantau lebih ketat.

Langkah darurat itu kemudian dicabut sekitar dua jam setelahnya ketika awak yang berada di kapsul Dragon diizinkan kembali ke stasiun. Meski singkat, keputusan itu menunjukkan betapa seriusnya NASA memandang perubahan kondisi di salah satu bagian paling penting dari ISS.

Masalah di Zvezda sendiri bukan perkara baru. Juru bicara NASA Bethany Stephens mengatakan modul layanan Rusia itu telah mengalami retakan dan kebocoran selama beberapa waktu, dan laju kehilangan udara dilaporkan meningkat dari satu pon per hari menjadi dua pon per hari.

Peningkatan itu mendorong Roscosmos melakukan operasi perbaikan yang lebih luas pada Jumat setelah muncul kebocoran baru. NASA menilai situasi tersebut perlu ditangani sangat hati-hati karena sumber persoalan berada di bagian stasiun yang vital bagi operasi ISS.

Langkah aman di tengah kekhawatiran

Dalam prosedur darurat yang dikenal sebagai safe-haven, kru diarahkan menuju wahana yang dianggap aman jika kondisi di stasiun memburuk. NASA menempatkan empat astronaut Crew-12, yakni Jessica Meir, Jack Hathaway, Sophie Adenot, dan Andrey Fedyaev, bersama Chris Williams ke dalam kapsul Dragon sebagai bentuk perlindungan.

Mission control di Houston mengeluarkan instruksi itu setelah muncul perbedaan pandangan mengenai cara terbaik memperbaiki kebocoran. Keputusan semacam ini biasanya diambil saat keselamatan kru menjadi prioritas utama dan ruang gerak perbaikan di orbit sangat terbatas.

Seorang pejabat NASA yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Reuters bahwa dua astronaut Rusia di ISS menggunakan gergaji untuk membuka akses ke bagian stasiun yang diyakini bisa mencapai retakan sumber kebocoran. NASA disebut tidak setuju dengan metode tersebut.

Perbedaan pendekatan itu memperlihatkan tantangan teknis sekaligus koordinasi yang harus dihadapi di orbit. Pada saat yang sama, setiap tindakan perbaikan harus mempertimbangkan dampak langsung terhadap keselamatan kru dan stabilitas stasiun.

Masalah yang dipantau ketat

Reuters menyebut perintah safe-haven seperti ini tergolong jarang. Meski begitu, langkah serupa pernah dipicu dalam beberapa tahun terakhir ketika muncul persoalan kebocoran udara di ISS.

Namun, stasiun luar angkasa itu sendiri belum pernah sampai dievakuasi. Fakta ini menunjukkan sistem keselamatan ISS masih mampu mencegah skenario terburuk meski kebocoran terus menjadi perhatian serius.

Zvezda menjadi titik krusial karena modul tersebut termasuk komponen kunci yang menopang operasional ISS dari sisi Rusia. Saat retakan dan kebocoran berlangsung berkepanjangan, setiap perubahan kecil pada laju kehilangan udara langsung memicu perhatian NASA dan Roscosmos.

Peristiwa pada Jumat itu menegaskan bahwa respons cepat tetap menjadi prioritas ketika kondisi di ISS berubah. Di tengah upaya perbaikan yang masih berlangsung, NASA memilih mengamankan awak lebih dulu sebelum situasi dinilai cukup aman untuk kembali normal.

Berita Terbaru