Bonding Keluarga Lebih Penting dari Sekadar Waktu, Ini yang Membentuk Percaya Diri Anak

Rasa aman anak sering kali ditentukan oleh kualitas hubungan di rumah, bukan oleh banyaknya aktivitas yang dilakukan bersama. Saat anak merasa diterima, didengar, dan didukung, ia cenderung lebih berani mencoba hal baru serta lebih siap menghadapi lingkungan di sekitarnya.

Psikolog Ajeng Raviando, Psi, menegaskan bahwa bonding bukan sekadar soal durasi kebersamaan, melainkan kualitas interaksi yang terbangun. Menurut dia, hubungan positif antara anak dan orang tua membuat anak lebih mudah mengembangkan percaya diri dan keberanian untuk bereksplorasi.

Ruang Ekspresi yang Sering Diabaikan

Anak juga membutuhkan ruang untuk menyampaikan perasaan dan pikirannya tanpa takut diabaikan. Ketika keluarga memberi kesempatan itu, anak belajar bahwa pendapatnya dihargai dan emosinya diakui.

Kondisi tersebut membantu anak mengenali diri sendiri lebih baik. Dari situ, keberanian untuk mencoba hal baru tumbuh karena anak merasa memiliki tempat yang aman untuk kembali.

Stimulasi Sesuai Usia Membantu Tumbuh Kembang

Selain dukungan emosional, anak membutuhkan stimulasi yang sesuai dengan usia dan tahap perkembangannya. Spesialis Anak, dr. S. Tumpal Andreas, M.Ked(Ped), Sp.A., menilai perkembangan optimal tidak hanya ditentukan oleh kesehatan fisik.

Anak perlu diberi kesempatan untuk bermain, bergerak, mencoba hal baru, dan belajar dari lingkungannya. Dengan pendampingan yang tepat, anak dapat berkembang lebih percaya diri dan menemukan potensi dirinya sejak dini.

Kesehatan Emosional Anak Makin Jadi Perhatian

Perhatian terhadap kesehatan mental anak semakin menguat setelah Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kementerian Kesehatan RI menemukan sekitar 700 ribu dari 7 juta anak yang diperiksa terdeteksi mengalami gejala kecemasan dan depresi. Temuan ini menunjukkan bahwa perhatian pada anak tidak cukup berhenti pada kondisi fisik.

Kesehatan emosional perlu dipahami sebagai bagian utuh dari tumbuh kembang anak. Lingkungan terdekat, terutama keluarga, menjadi tempat pertama yang membentuk rasa aman dan kemampuan anak merespons tekanan.

Fondasi Sehat Dimulai Sejak Kehamilan

Perhatian terhadap tumbuh kembang anak bahkan perlu dimulai sejak masa kehamilan. Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Erfenes, Sp.OG, menegaskan bahwa kondisi ibu yang sehat secara fisik dan emosional menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan anak.

Ia menyampaikan bahwa investasi kesehatan ibu dan bayi perlu dimulai sejak awal. Dukungan serta keterlibatan aktif ayah sejak pra-kehamilan hingga pasca melahirkan juga berperan dalam membantu ibu menjalani setiap tahap dengan lebih optimal.

Edukasi Keluarga untuk Pengasuhan yang Lebih Sadar

Kesadaran tentang pentingnya ruang ekspresi dan bonding keluarga juga mendapat ruang dalam kegiatan Happy Kids Academy 2026 yang diselenggarakan Konicare di Jakarta dengan tema “Tumbuh Hebat Bersama Konicare”. Dalam kegiatan itu, keluarga mengikuti sesi edukasi bersama dokter dan psikolog.

Acara tersebut juga menghadirkan aktivitas bermain dan belajar untuk anak, permainan interaktif, serta momen bonding orang tua dan anak. Rangkaian kegiatan itu dirancang untuk memperkuat kedekatan keluarga sekaligus memberi pemahaman praktis tentang pengasuhan yang mendukung tumbuh kembang anak.

Pada akhirnya, anak yang tumbuh dengan rasa aman, diberi ruang untuk mengekspresikan diri, dan memiliki hubungan hangat dengan keluarga akan lebih siap berkembang secara sehat. Dukungan yang konsisten dari orang tua menjadi bagian penting dalam membantu anak membangun percaya diri dan kebahagiaan sejak dini.

Source: www.suara.com
Berita Terkait