Gold Award Dua Tahun Beruntun, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Laporan yang Tak Bisa Diabaikan

Author: Redaksi Android62

BPJS Ketenagakerjaan kembali mempertahankan Gold Award pada Australasian Reporting Awards (ARA) 2026 kategori General Award. Penghargaan itu menegaskan posisi lembaga tersebut sebagai peserta yang mampu menjaga kualitas pelaporan terintegrasi di tingkat internasional selama dua tahun berturut-turut.

Pencapaian ini menjadi sorotan karena ARA dikenal sebagai salah satu ajang penghargaan pelaporan tahunan paling bergengsi di kawasan Asia Pasifik. Penilaiannya mencakup keterbukaan informasi, kualitas tata kelola, integrasi strategi, pengelolaan risiko, hingga kinerja keberlanjutan.

Penghargaan yang menonjol di antara lembaga kawasan

Pengumuman ARA 2026 disampaikan di Sydney, Australia, pada 18 Juni 2026. Penghargaan kemudian diterima secara resmi oleh Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko BPJS Ketenagakerjaan, Bambang Joko Sutarto, di Jakarta.

Bambang menyebut capaian itu sebagai apresiasi atas kerja kolektif seluruh insan BPJS Ketenagakerjaan dalam menjaga budaya transparansi dan tata kelola yang baik. Ia menegaskan bahwa kualitas pelaporan menjadi bagian penting dari cara institusi menjawab ekspektasi pemangku kepentingan.

Menurut Bambang, penghargaan tersebut membuktikan bahwa standar pelaporan BPJS Ketenagakerjaan mampu memperoleh pengakuan dari komunitas pelaporan internasional. Ia juga menegaskan rasa syukur karena lembaga itu berhasil mempertahankan Gold Award untuk tahun kedua berturut-turut.

Laporan terintegrasi yang mengikuti standar nasional dan internasional

Keberhasilan itu tidak lepas dari penyusunan Annual Integrated Report 2024 yang merujuk pada sejumlah acuan nasional dan internasional. Acuan tersebut mencakup POJK Nomor 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan, GRI Standards, serta dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Laporan terintegrasi itu tidak hanya memuat kinerja keuangan dan operasional. Dokumen tersebut juga menjelaskan bagaimana institusi membangun nilai jangka panjang melalui tata kelola yang baik, pengelolaan risiko yang efektif, inovasi layanan, dan kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan.

Integrated Report berjudul “Innovating With Integrity Fostering Loyalty” diposisikan sebagai media pertanggungjawaban kepada seluruh pemangku kepentingan. Laporan itu juga memperlihatkan bagaimana BPJS Ketenagakerjaan menjalankan mandat negara untuk melindungi pekerja Indonesia secara transparan, terukur, dan berkelanjutan.

Komitmen untuk memperkuat keterbukaan publik

BPJS Ketenagakerjaan menilai penghargaan ini bukan sekadar capaian simbolik, melainkan dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pengungkapan informasi kepada publik. Institusi menyatakan akan memperkuat praktik tata kelola yang baik, memperbaiki pelaporan berbasis keberlanjutan, dan memastikan proses bisnis berjalan transparan serta akuntabel.

Bambang menekankan bahwa transparansi dan akuntabilitas menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik. Ia juga mengaitkan capaian tersebut dengan strategi 3C BPJS Ketenagakerjaan, khususnya aspek Credibility, yang dibangun melalui keterbukaan informasi dan pengelolaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

BPJS Ketenagakerjaan juga menegaskan bahwa mereka menjadi satu-satunya lembaga negara dari Indonesia yang ikut serta dan meraih penghargaan pada ARA 2026. Posisi itu menunjukkan bahwa kualitas pelaporannya mampu bersaing dengan organisasi terkemuka dari Australia, Selandia Baru, dan Asia Pasifik.

Dengan pengakuan internasional tersebut, BPJS Ketenagakerjaan menempatkan pelaporan sebagai bagian penting dari komitmen institusi dalam menghadirkan perlindungan yang terpercaya bagi seluruh pekerja Indonesia.

Source: www.medcom.id
Berita Terbaru