Rencana pembangunan peternakan sapi perah terpadu berkapasitas 30 ribu ekor di Brebes mulai menarik perhatian karena skala produksinya dinilai besar untuk industri susu nasional. Jika berjalan sesuai jadwal, fasilitas ini diproyeksikan menjadi salah satu pemasok susu domestik yang mampu membantu menekan ketergantungan pada impor.
Proyek yang dikelola PT Global Dairy Bersama (GDB) itu disiapkan di atas lahan seluas 710 hektare dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Brebes. Seremoni awal pembangunan dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 16 April, sebelum tahap cut and fill mulai dikerjakan pada Juni.
Target Produksi yang Mencolok
Kementerian Pertanian menilai mega farm ini punya peluang besar dalam memperkuat pasokan susu nasional. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menyebut fasilitas tersebut berpotensi menghasilkan hingga 180 ribu ton susu per tahun.
Angka itu setara sekitar 18 persen dari total produksi susu nasional. Di tengah kebutuhan susu dalam negeri yang masih berada di kisaran 4,7 juta ton per tahun, tambahan pasokan dari Brebes dipandang cukup strategis.
Selama ini, sekitar 80 persen kebutuhan susu nasional masih dipenuhi melalui impor. Karena itu, kehadiran produksi skala besar dari dalam negeri menjadi salah satu opsi penting untuk memperkuat ketahanan pangan.
Dukungan Pemerintah Berlapis
Pembangunan peternakan sapi perah terpadu ini tidak hanya mendapat dukungan dari pemerintah daerah, tetapi juga dari pemerintah provinsi dan pusat. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan proyek tersebut sejalan dengan arah kebijakan swasembada pangan dan masuk dalam kerangka RPJMD Jawa Tengah.
Di tingkat pusat, dukungan diberikan melalui rencana penyediaan bibit sapi impor dari sejumlah negara penghasil ternak. Negara asal bibit yang disebut meliputi Australia, Amerika Serikat, Selandia Baru, dan Brasil.
Rangkaian Tahapan Proyek
Berikut urutan rencana pelaksanaan proyek yang sudah disusun:
- Seremoni awal: Kamis, 16 April
- Cut and fill: mulai Juni
- First milking: Desember 2027
- Operasi komersial: ditargetkan akhir 2027
Dengan jadwal tersebut, fase awal pembangunan menjadi penanda dimulainya pengembangan kawasan peternakan yang diharapkan bisa bergerak menuju produksi susu secara bertahap. Target first milking pada Desember 2027 juga menunjukkan bahwa proyek ini dirancang tidak hanya sebagai investasi jangka panjang, tetapi sebagai sumber produksi nyata dalam waktu dekat.
Model Terpadu dan Dampak Ekonomi
PT GDB menyiapkan konsep close loop system untuk mengelola limbah ternak agar lebih efisien. Dalam skema ini, limbah akan diolah menjadi biogas dan pupuk, sehingga operasional bisa berjalan lebih terintegrasi dan dampak lingkungan dapat ditekan.
Selain aspek produksi, proyek ini juga disiapkan untuk melibatkan pelaku usaha di sekitar lokasi. Perwakilan PT GDB, Ihsan Mulia Putri, menyebut proyek tersebut diproyeksikan melibatkan 5.000 petani pakan dan 8.000 peternak lokal dalam rantai produksinya.
Skala sebesar itu berpotensi menggerakkan ekosistem ekonomi baru di Brebes dan wilayah sekitarnya. Kehadiran mega farm juga dapat membuka peluang bagi sektor pendukung lain, mulai dari penyedia pakan, logistik, hingga layanan usaha yang terhubung dengan industri peternakan.
