Bullish menaruh taruhan besar pada tokenized securities lewat akuisisi Equiniti senilai $4.2 miliar. Langkah ini membuat tokenisasi bukan lagi sekadar pelengkap strategi, melainkan salah satu inti pertumbuhan perusahaan kripto yang tercatat di NYSE itu.
Di balik transaksi tersebut, Bullish sedang membangun fondasi infrastruktur yang menghubungkan teknologi blockchain dengan jaringan emiten besar. Perusahaan menilai kombinasi itu penting agar token tidak hanya menjadi bukti kepemilikan digital, tetapi juga mewakili legal title atas aset yang ditokenisasi.
Equiniti dibidik sebagai pintu ke emiten besar
Chief Executive Officer Tom Farley menyebut Equiniti sebagai global transfer agent yang melayani ribuan perusahaan publik. Ia mengatakan perusahaan itu memiliki lebih dari 2.500 emiten pasar publik dalam daftar kliennya, termasuk sekitar 35% dari S&P 500 dan lebih dari 50% FTSE 100.
Farley menilai tokenisasi baru bisa berkembang luas jika memiliki tiga unsur utama. Unsur itu mencakup tumpukan teknologi end-to-end, infrastruktur ledger yang menyatukan keuangan tradisional dan aset berbasis blockchain, serta akses ke basis emiten perusahaan publik yang besar.
Ia juga menjelaskan bahwa Bullish dan Equiniti sudah bekerja sama membangun unified ledger. Sistem ini dirancang untuk melacak saham yang ditokenisasi dan saham bersertifikat secara real time, sekaligus mendukung catatan kepemilikan, aksi korporasi, voting proxy, serta kepatuhan KYC dan AML.
Struktur transaksi dan target penutupan
Chief Financial Officer Dave Bonanno menyebut nilai kesepakatan itu sebesar $4.2 miliar. Transaksi tersebut masih menunggu persetujuan regulator dan sejumlah syarat penutupan lain, dengan target rampung pada January 2027.
Nilai transaksi itu mencakup asumsi utang Equiniti sebesar $1.85 miliar. Bullish juga akan menerbitkan sekitar 61 juta saham baru yang nilainya sekitar $2.35 miliar berdasarkan 30-day volume-weighted average price Bullish sebesar $38.48 per saham.
Bonanno mengatakan Bullish memperkirakan akan memiliki sekitar 222 juta saham fully diluted setelah transaksi selesai. Ia juga menyampaikan bahwa perusahaan menargetkan posisi net liquid assets di atas $500 million setelah penutupan pada level harga Bitcoin saat ini.
Tokenisasi diposisikan sebagai fase berikutnya pasar
Farley menyebut tokenisasi sebagai evolusi besar berikutnya dalam struktur pasar. Ia membandingkannya dengan peralihan dari perdagangan berbasis kertas ke pasar elektronik, dengan keunggulan seperti infrastruktur yang selalu aktif, settlement instan, dan corporate actions yang dapat diprogram.
Menurut dia, pasar sekuritas global bernilai sekitar $270 trillion, sementara tokenized securities masih berada pada tahap awal. Ia menambahkan bahwa aset token non-stablecoin tumbuh lebih dari 50% sejak earnings call kuartal ketiga Bullish, dari sekitar $20 billion menjadi $30 billion, tetapi volumenya masih kecil dibanding pasar modal global.
Farley juga menekankan peran transfer agent dalam menjaga official shareholder registry. Ia merangkum logikanya dengan mengatakan bahwa tanpa transfer agent, token hanya berupa receipt, sedangkan dengan transfer agent token berubah menjadi legal title.
Ruang bisnis baru di atas layanan lama
Bonanno mengatakan Equiniti saat ini hampir tidak menghasilkan pendapatan dari blockchain. Kondisi itu justru memberi ruang bagi Bullish untuk menambah lini bisnis baru di atas basis layanan yang sudah ada.
Ia menjelaskan bahwa pendapatan bunga Equiniti berasal dari float atas pembayaran yang diproses perusahaan tersebut. Komposisi float itu sekitar dua pertiga dolar AS dan sepertiga pound sterling.
Bullish melihat peluang lebih luas dari layanan tokenization dan blockchain services. Farley mengatakan perusahaan tidak berniat menjadi primary listing venue seperti New York Stock Exchange atau Nasdaq, melainkan ingin menyediakan liquidity solutions, secondary trading di regulated venues, dan layanan tokenisasi bagi emiten.
Target keuangan ikut dinaikkan
Bullish memaparkan outlook 2026 yang mencakup sekitar $1.3 billion adjusted total revenue dan sekitar $500 million adjusted EBITDA less CapEx. Proyeksi itu belum memasukkan sinergi dari akuisisi Equiniti.
Untuk periode 2027 sampai 2029, Bonanno mengatakan total revenue growth diperkirakan naik dari sekitar 6% menjadi lebih dari 8% dibanding financials gabungan 2026. Pertumbuhan itu diproyeksikan didorong oleh sekitar 20% pertumbuhan di tokenization and blockchain services, sementara pendapatan transfer agent tradisional dan interest income diperkirakan relatif datar.
Perusahaan juga memperkirakan tambahan cost takeout sebesar $25 million hingga $50 million pada periode 2027 sampai 2029. Angka itu mencerminkan penghematan biaya $50 million hingga $75 million yang sebagian diimbangi sekitar $25 million investasi untuk infrastruktur dan produk baru.
Bonanno menambahkan Bullish menargetkan adjusted EBITDA less CapEx tumbuh hampir $100 million per tahun selama medium-term outlook. Perusahaan juga memperkirakan margin sekitar 50% pada akhir 2029, EPS growth sekitar 20% per tahun, dan cumulative free cash flow sekitar $1 billion.
