Buruh Indomaret Tuntut Lembur Dibayar Penuh, Mediasi di Kemenaker Masih Menunggu Hasil

Author: Redaksi Android62

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli masih menunggu laporan lengkap hasil mediasi terkait tuntutan buruh Indomaret soal upah lembur. Ia menyebut jalur komunikasi sudah terbuka, tetapi dirinya belum menerima pembaruan karena pertemuan dengan perwakilan buruh saat ini ditangani Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor.

“Belum, ini kan masih diterima oleh Pak Wamen. Saya belum dapat update laporannya seperti apa. Nanti kita tunggu ya,” ujar Yassierli di Kantor Kemenaker, Jakarta, Selasa (26/5/2026). Sikap itu membuat pemerintah memilih menunggu hasil pembicaraan internal sebelum mengambil langkah lanjutan.

Sementara itu, buruh tetap menekan agar hak upah lembur dibayar penuh sesuai ketentuan. Mereka menolak skema pengganti yang disebut perusahaan berupa tambahan hari libur atau off day karena dinilai tidak sesuai aturan dan tidak bisa menggantikan pembayaran tunai.

Aksi penolakan itu datang dari ratusan buruh yang tergabung dalam PUK SPAI FSPMI PT Indomarco Prismatama. Mereka menyuarakan tuntutan di depan Menara Indomaret, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, sebelum bergerak ke Kantor Kementerian Ketenagakerjaan untuk membawa persoalan tersebut ke jalur mediasi pemerintah.

Bagi para pekerja, isu upah lembur menjadi pokok utama yang tidak bisa diselesaikan dengan skema di luar ketentuan. Mereka menilai kebijakan penggantian lembur dengan hari libur justru bertentangan dengan undang-undang dan harus dihentikan.

Selain soal upah, massa juga menyoroti dugaan intimidasi dan tekanan psikologis yang dialami buruh. Mereka meminta ada perlindungan yang jelas agar pekerja di lapangan tidak menghadapi intervensi yang merugikan posisi mereka.

Dalam tuntutannya, buruh juga mendesak perusahaan memberi sanksi tegas kepada oknum internal yang terbukti melakukan intimidasi. Mereka menilai persoalan ini tidak cukup diselesaikan lewat dialog, tetapi juga membutuhkan perubahan sikap manajemen di lapangan.

Saat aksi berlangsung, massa berjalan dengan pengawalan aparat dan membawa atribut serikat pekerja. Bendera FSPMI dan Partai Buruh tampak dominan selama demonstrasi di dua titik itu.

Perpindahan aksi dari kawasan PIK ke gerbang Kantor Kementerian Ketenagakerjaan dilakukan agar aspirasi buruh masuk ke proses mediasi dan mendapat tindak lanjut dari pemerintah. Di sisi lain, para pekerja berharap pembahasan tidak berhenti pada komunikasi awal, tetapi menghasilkan penyelesaian yang jelas atas upah lembur dan dugaan pelanggaran lain di tempat kerja.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru