Indeks Literasi Keuangan Remaja Tertinggal 14,78 Poin, Guru SMA Diperkuat

Author: Redaksi Android62

Indeks literasi keuangan remaja usia 15–17 tahun masih tertinggal 14,78 poin persentase dari capaian nasional. Kesenjangan ini menempatkan sekolah dan guru pada posisi penting untuk membentuk kebiasaan pengelolaan uang sejak dini.

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan mencatat indeks kelompok usia 15–17 tahun sebesar 51,68 persen. Sementara itu, indeks literasi keuangan nasional telah mencapai 66,46 persen.

Indikator Kelompok Indeks
Literasi keuangan Usia 15–17 tahun 51,68%
Literasi keuangan Nasional 66,46%

Data tersebut berasal dari survei yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan bersama Badan Pusat Statistik. Selisihnya menunjukkan ruang yang masih besar untuk memperkuat Literasi Keuangan Remaja di lingkungan pendidikan.

PT FWD Insurance Indonesia menjalankan program FWD Financial Literacy for Educators untuk memperkuat kapasitas pengajar. Program ini melibatkan 30 guru ekonomi SMA dari berbagai sekolah di Jakarta.

Pelatihan berlangsung pada Februari hingga Juni 2026. Melalui para guru peserta, materi edukasi keuangan ditargetkan menjangkau sekitar 2.700 siswa.

Komponen Rincian Jangkauan
Periode pelaksanaan Februari–Juni 2026 Jakarta
Peserta pelatihan Guru ekonomi SMA 30 guru
Target edukasi Siswa Sekitar 2.700 siswa

Guru dinilai dapat menghubungkan konsep ekonomi dengan keputusan yang dekat dengan keseharian pelajar. Pendekatan ini diharapkan membuat pembelajaran keuangan lebih aplikatif bagi siswa.

Dalam Kurikulum Merdeka, literasi keuangan telah menjadi bagian dari pembelajaran ekonomi tingkat SMA. Materi tidak hanya menekankan pemahaman konsep, tetapi juga penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Modul, Pelatihan, dan Sertifikasi

FWD Insurance Indonesia mengembangkan program tersebut bersama Prestasi Junior Indonesia atau PJI. Kolaborasi meliputi penyusunan modul pembelajaran, pelatihan guru, serta pengembangan materi asesmen untuk sertifikasi.

Relawan FWD Insurance turut terlibat dalam penyusunan materi dan evaluasi program. Keterlibatan itu diarahkan untuk menjaga relevansi pembelajaran dengan kondisi yang dihadapi di ruang kelas.

Guru yang menuntaskan pelatihan dan sertifikasi memperoleh apresiasi dalam FWD Financial Literacy for Educators Appreciation Day. Kegiatan tersebut menjadi penghargaan atas komitmen peserta menjalani proses pengembangan kompetensi.

Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance Rudy F Manik mengatakan guru berperan membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik. Menurutnya, pengajar juga dapat membantu siswa membangun kebiasaan finansial yang bijak.

“Melalui FWD Financial Literacy for Educators, kami ingin memperkuat kapasitas guru dengan memberikan pembekalan pembelajaran keuangan yang relevan agar dapat menumbuhkan kebiasaan finansial yang sehat pada siswa,” ujar Rudy pada Selasa, 21 Juli 2026.

Kolaborasi Lintas Sektor

Ketua Subkelompok Kurikulum dan Penilaian Bidang SMA Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Joko Arwanto, menilai kolaborasi pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor swasta penting bagi mutu pendidikan. Sinergi itu dipandang dapat memperkuat kemampuan Guru Ekonomi SMA dalam menyampaikan materi secara efektif.

Deputi Direktur Pelaksanaan Edukasi Keuangan OJK Halimatus Sa’diyah menekankan bahwa peningkatan literasi keuangan perlu berlangsung berkelanjutan sejak usia dini. Peran guru dinilai penting untuk memperluas edukasi agar generasi muda mampu mengambil keputusan finansial dengan lebih bijak pada masa depan.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru