BYD Capai 90 Ribu Unit Di Indonesia, Namun Kekhawatiran Soal Charging Masih Menahan Pasar EV

Author: Redaksi Android62

BYD kini punya alasan kuat untuk makin yakin menatap pasar kendaraan listrik Indonesia. Produsen asal China itu menyebut total kendaraan BYD yang sudah beroperasi di Indonesia mencapai 90.000 unit, dengan klaim penguasaan sekitar 40 persen pangsa pasar EV di Tanah Air.

Angka tersebut membuat BYD bukan lagi sekadar pemain baru. Di pasar yang dulu masih sangat kecil, kehadiran perusahaan ini ikut menandai perubahan besar dalam minat konsumen terhadap kendaraan listrik.

Dorongan dari pertumbuhan pasar

Vice President BYD Co., Ltd sekaligus General Manager BYD Asia Pacific Auto Sales Division, Liu Xueliang, menilai 90.000 unit itu bukan hanya catatan penjualan. Menurut dia, jumlah itu juga merepresentasikan 90.000 keluarga yang ikut mendukung industri hijau.

BYD melihat capaian tersebut berjalan seiring dengan naiknya penetrasi kendaraan listrik di pasar domestik. Perusahaan juga mencatat pertumbuhan penjualan tahunan atau year on year sebesar 53 persen untuk periode 2024 hingga 2026.

Pasar yang dulu masih sangat kecil

Kondisi pasar EV Indonesia memang berubah cepat dalam beberapa tahun terakhir. Sebelum lonjakan tren elektrifikasi pada 2023, pangsa pasar EV di Indonesia disebut masih berada di bawah 1 persen.

Ruang pertumbuhan yang besar itu membuat peta persaingan ikut bergeser. BYD berhasil memanfaatkan momentum tersebut dan menguatkan posisinya di tengah pasar yang terus berkembang.

Kekhawatiran soal pengisian daya belum hilang

Di balik pertumbuhan yang cepat, BYD masih melihat hambatan yang nyata. Tantangan terbesar masih terkait infrastruktur pengisian daya, terutama di luar Pulau Jawa.

Liu menyebut kekhawatiran tentang ketersediaan charging station masih memengaruhi sebagian konsumen di daerah. Ia mencontohkan konsumen di Makassar yang tertarik pada teknologi BYD, tetapi masih berhati-hati karena belum sepenuhnya yakin dengan akses pengisian daya.

Situasi ini menunjukkan bahwa adopsi kendaraan listrik tidak hanya ditentukan oleh produk. Kesiapan ekosistem pendukung tetap menjadi faktor penting untuk mempercepat kepercayaan konsumen.

Portofolio dibuat lebih lengkap

Untuk menjawab kebutuhan pasar yang makin beragam, BYD kini menghadirkan lini produk yang lebih luas di Indonesia. Portofolionya mencakup mobil listrik di beberapa segmen, mulai dari city car, SUV, hingga MPV mewah.

Langkah ini memperlihatkan strategi yang tidak hanya mengejar volume penjualan. BYD juga berupaya memberi lebih banyak pilihan agar bisa menjangkau konsumen dengan kebutuhan yang berbeda di pasar EV yang semakin padat.

Teknologi DM ikut diperkenalkan

Selain mobil listrik murni, BYD juga membawa teknologi DM ke Indonesia. Model pertama yang hadir dengan teknologi tersebut adalah M6 DM Cross.

Teknologi DM itu disebut telah dikembangkan selama lebih dari dua dekade. Kehadirannya ditujukan bagi konsumen yang masih mempertimbangkan jarak tempuh dan fleksibilitas untuk penggunaan harian.

Percaya diri, tetapi tetap membaca tantangan

Kombinasi penjualan 90.000 unit, klaim pangsa pasar sekitar 40 persen, serta perluasan lini produk membuat BYD semakin percaya diri di Indonesia. Posisi itu juga memperlihatkan bahwa perusahaan melihat peluang jangka panjang di pasar EV domestik.

Namun, laju pertumbuhan tersebut tetap bergantung pada kesiapan ekosistem kendaraan listrik nasional. Selama akses pengisian daya belum merata, kekhawatiran konsumen di luar pusat-pusat pertumbuhan utama masih akan menjadi faktor yang ikut menentukan arah pasar.

Source: voi.id
Berita Terbaru