Di tengah peninjauan fasilitas nikah di KUA Jonggol, Kabupaten Bogor, suasana mendadak berubah ketika Dedi Mulyadi menerima celetukan seorang perempuan yang mengaku janda. Perempuan itu melontarkan candaan ingin mendaftar nikah meski belum memiliki pasangan, dan reaksi yang muncul dari Dedi membuat warga di lokasi ikut tertawa.
Momen spontan tersebut terjadi saat Gubernur Jawa Barat itu meninjau rencana pembenahan ruang pernikahan di Kantor Urusan Agama Jonggol. Agenda yang awalnya bersifat teknis kemudian menjadi lebih cair karena percakapan ringan dengan warga sekitar yang memadati area KUA.
Fokus Peninjauan: Ruang Nikah yang Lebih Layak
Kunjungan Dedi Mulyadi ke KUA Jonggol berpusat pada rencana renovasi fasilitas pernikahan. Ia menyoroti pentingnya ruang nikah yang lebih nyaman agar pelayanan kepada masyarakat terasa lebih baik saat prosesi akad berlangsung.
Dalam peninjauan itu, kebutuhan dasar ruangan juga ikut dibahas. Salah satu hal yang disinggung adalah kesiapan listrik jika ruangan ingin dipasangi pendingin udara, sehingga kenyamanan pasangan pengantin dan tamu bisa lebih terjaga.
Selain itu, Dedi juga menyampaikan rencana mendatangkan ahli bambu untuk membantu menata ruangan. Sentuhan bambu itu ditujukan agar ruang nikah memiliki dekorasi yang lebih menarik, tetapi tetap sederhana dan sesuai untuk layanan akad di KUA.
Melalui akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi17, Dedi bahkan menyebut bahwa pembenahan ruang nikah bisa dikerjakan dalam waktu singkat. Ia menargetkan perbaikan selesai dalam sepekan agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
Candaan Warga yang Memecah Suasana
Di sela kegiatan peninjauan, seorang perempuan dari kerumunan warga tiba-tiba melempar candaan ingin ikut mendaftar nikah. Ucapan itu langsung menarik perhatian Dedi Mulyadi dan membuat warga yang hadir tertawa.
Dedi kemudian merespons dengan pertanyaan apakah perempuan tersebut seorang janda. Setelah dijawab iya, percakapan ringan itu semakin mengundang gelak tawa dari warga yang menyaksikan momen tersebut secara langsung.
Candaan berlanjut ketika Dedi menyinggung soal penundaan hingga 2034. Ia lalu kembali menggoda perempuan itu dengan pertanyaan apakah benar ingin “sama” dengannya, sebelum menanyakan jumlah anak yang dimiliki.
Interaksi singkat itu mengubah suasana lapangan yang semula fokus pada urusan fasilitas menjadi lebih akrab. Warga yang berada di sekitar lokasi tampak menikmati obrolan spontan yang terjadi di area KUA Jonggol.
Warga Tumpah Ruah di Area KUA Jonggol
Kehadiran Dedi Mulyadi turut membuat area KUA Jonggol dipenuhi warga. Banyak masyarakat datang bukan hanya untuk melihat peninjauan ruang nikah, tetapi juga untuk menyaksikan langsung dialog antara Dedi, pegawai KUA, dan warga setempat.
Kerumunan itu menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap kegiatan lapangan pejabat daerah. Apalagi, suasana menjadi lebih hidup ketika percakapan ringan muncul di tengah agenda resmi yang sedang berjalan.
Meski sempat diwarnai tawa warga, inti kunjungan tetap mengarah pada upaya memperbaiki layanan pernikahan. Ruang nikah yang akan ditata ulang menjadi bagian penting karena menjadi tempat utama dalam momen akad yang dijalani pasangan calon pengantin.
Rencana penggunaan dekorasi bambu dan kemungkinan pemasangan AC menjadi bagian dari pembahasan agar ruang tersebut lebih nyaman dan tetap sederhana. Dengan penataan itu, pelayanan nikah di KUA Jonggol diharapkan terasa lebih layak bagi masyarakat yang memilih menggelar akad di sana.
Source: www.tvonenews.com






