Lapisan cat hitam baru dari peneliti di China kini menjadi sorotan karena mampu menyerap lebih dari 99,90 persen cahaya, dengan ketahanan yang jauh lebih menjanjikan untuk kebutuhan otomotif. Angka itu memang masih sedikit di bawah Vantablack milik BMW, tetapi pendekatan barunya dinilai lebih realistis untuk diproduksi dalam skala besar.
Keunggulan utama material ini bukan hanya tampilan yang sangat gelap. Dalam pengujian, lapisan tersebut tetap bertahan pada kelembapan hingga 95 persen di suhu 40 derajat Celsius, serta tidak menunjukkan kerusakan setelah direndam air selama 10 hari.
Alternatif yang lebih siap untuk industri
BMW sebelumnya pernah memamerkan X6 berlapis Vantablack, lapisan yang mampu menyerap 99,965 persen cahaya. Hasilnya membuat mobil terlihat seperti lubang hitam, karena bentuk tiga dimensinya nyaris rata di mata.
Namun, efek visual ekstrem itu menyimpan kelemahan besar untuk dunia otomotif. Vantablack dianggap terlalu rapuh untuk penggunaan pada mobil dan belum pernah benar-benar masuk jalur produksi untuk konsumen.
Di sinilah pendekatan tim peneliti Zhiwei Liu, Changyi Pan, dan Jet Cui menjadi penting. Mereka tidak berusaha meniru Vantablack secara persis, melainkan menyesuaikan formulanya agar lebih masuk akal untuk pabrikan mobil.
Bagaimana lapisan baru ini bekerja
Lapisan yang dikembangkan itu memakai nanoscale carbon black dan carbon nanotubes yang dipasok dari luar. Dalam struktur akhirnya, partikel carbon black mengendap di sepanjang nanotube dan membentuk permukaan tak beraturan dengan puncak serta lembah mikroskopis.
Struktur tersebut membuat cahaya yang datang lebih banyak terperangkap di dalam lembah-lembah kecil itu, alih-alih dipantulkan kembali ke luar. Hasilnya, permukaan terlihat jauh lebih gelap dibanding cat biasa.
Dengan campuran air deionisasi, dispersant, dan deformer, tim itu berhasil menciptakan lapisan yang menyerap lebih dari 99,90 persen cahaya. Meski belum menyamai angka Vantablack milik BMW, capaian ini tetap sangat ekstrem untuk ukuran pelapis otomotif.
Uji ketahanan menjadi pembeda utama
Studi yang dipublikasikan di Matter & Light ini terutama dirancang untuk menguji daya lekat dan kelayakan lapisan semacam itu di permukaan mobil. Hasil awalnya menunjukkan bahwa fokus utama pengembangan bukan sekadar warna, melainkan kemampuan bertahan dalam kondisi yang lebih dekat dengan penggunaan nyata.
Masih ada beberapa pengujian penting yang harus dilewati sebelum benar-benar mendekati showroom. Ketahanan terhadap UV, goresan, korosi, dan batu kerikil masih perlu diperiksa karena cat mobil harus siap menghadapi cuaca dan kondisi jalan sehari-hari.
Meski jalan ke produksi massal masih panjang, hasil awal dari China menunjukkan pergeseran penting. Teknologi yang dulu lebih cocok untuk demonstrasi visual kini mulai bergerak ke arah syarat dasar yang dibutuhkan industri otomotif.
