Cholil ERK Awasi KontraS hingga 2030, Eka Annash Masuk Jajaran Pengurus

Author: Redaksi Android62

Musisi Cholil Mahmud, vokalis Efek Rumah Kaca, masuk Badan Pengawas Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan atau KontraS untuk periode 2026-2030. Vokalis The Brandals, Eka Annash, juga dipercaya sebagai anggota Badan Pengurus lembaga tersebut.

Masuknya dua figur musik ini menjadi bagian dari formasi yang menghimpun pegiat hak asasi manusia, akademisi, advokat, dan pemimpin gerakan buruh. KontraS mengumumkan susunan Badan Pengawas serta Badan Pengurus baru melalui akun Instagram @kontras_update pada 19 Juli 2026.

Delapan Nama dalam Kepengurusan Baru

Badan Pengawas KontraS berisi tiga orang, yakni Cholil Mahmud, Galuh Wandita, dan Karlina Supeli. Sementara Badan Pengurus terdiri atas Eka Annash, Yati Andriyani, Fatia Maulidiyanti, Putri Kanesia, serta Nining Elitos.

Nama Jabatan Latar belakang
Cholil Mahmud Badan Pengawas Vokalis Efek Rumah Kaca
Galuh Wandita Badan Pengawas Penggerak isu HAM dan penguatan korban kekerasan
Karlina Supeli Badan Pengawas Filsuf, akademisi, dan astronom
Eka Annash Badan Pengurus Vokalis The Brandals
Yati Andriyani Badan Pengurus Ketua Pengurus KontraS dan pegiat HAM
Fatia Maulidiyanti Badan Pengurus Pembela HAM dan mantan Koordinator KontraS
Putri Kanesia Badan Pengurus Advokat dan peneliti AJAR
Nining Elitos Badan Pengurus Aktif di bidang hukum dan organisasi perburuhan

Dalam unggahannya, KontraS menyatakan kepengurusan baru diharapkan meneruskan kerja kemanusiaan lembaga itu. KontraS menegaskan komitmen untuk memperjuangkan kelompok yang terpinggirkan serta mengupayakan keadilan bagi korban.

“Harapan besar kami dapat meneruskan harapan melalui kerja-kerja KontraS untuk terus melanjutkan estafet nilai-nilai kemanusiaan dan senantiasa memperjuangkan mereka yang terpinggirkan serta selalu mengupayakan keadilan bagi para korban,” tulis KontraS. Formasi tersebut akan menjalankan tugas sepanjang 2026 hingga 2030.

Peran Pengawas dan Latar Belakang Anggotanya

Cholil akan menjalankan fungsi pengawasan bersama Galuh Wandita dan Karlina Supeli. Kehadirannya memperluas komposisi Badan Pengawas yang juga diisi tokoh dengan pengalaman pada isu korban kekerasan, akademik, dan kemanusiaan.

Galuh Wandita dikenal menaruh perhatian pada isu HAM serta penguatan korban kekerasan. Ia pernah menjadi salah satu dewan warga dalam Tahun Kebenaran yang mendengarkan kesaksian korban dan menghasilkan laporan Menemukan Kembali Indonesia: 40 Tahun Kekerasan demi Memutus Rantai Impunitas.

Karlina Supeli dikenal sebagai filsuf, akademisi, dan astronom perempuan dengan komitmen pada isu kemanusiaan. Ia merupakan perempuan pertama di Indonesia yang memperoleh gelar sarjana Astronomi dari Institut Teknologi Bandung dan kini menjadi dosen senior di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara.

Pengurus dengan Pengalaman Advokasi

Di jajaran pengurus, Eka Annash bergabung dengan sejumlah tokoh yang memiliki rekam jejak di bidang advokasi dan gerakan sosial. Yati Andriyani saat ini menjabat Ketua Pengurus KontraS sekaligus menjalankan peran advokat di Andriyani + Hidayat Counsellors at Law atau HARA.

Yati juga tercatat sebagai Wakil Ketua The Asian Federation Against Involuntary Disappearances atau AFAD. Pengalaman advokasinya berkaitan dengan isu penghilangan orang secara paksa.

Fatia Maulidiyanti merupakan pembela HAM yang pernah menjabat Koordinator KontraS. Ia memiliki pengalaman lebih dari satu dekade sebagai peneliti dan advokat internasional untuk mendorong hak-hak sipil serta politik.

Bersama Haris Azhar, Fatia pernah menghadapi perkara dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan Luhut Binsar Pandjaitan ketika menjabat Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi. Keduanya kemudian memenangkan perkara tersebut di pengadilan.

Putri Kanesia kini bekerja sebagai Koordinator Advokasi Regional di Asia Justice and Rights atau AJAR, organisasi yang fokus pada HAM dan keadilan transisi di Asia Pasifik. Ia pernah bekerja di KontraS hingga 2020 dengan jabatan terakhir Wakil Koordinator Bidang Advokasi.

Nining Elitos memiliki pengalaman kepemimpinan di bidang hukum dan organisasi perburuhan sejak 1998. Ia aktif memimpin gerakan buruh nasional, termasuk sebagai Koordinator Dewan Buruh Nasional dan mantan Ketua Umum Konfederasi KASBI.

Source: www.cnnindonesia.com
Berita Terbaru