Kebutaan akibat Diabetes Bisa Dicegah, Namun Skrining Mata Sering Terlambat

Author: Redaksi Android62

Penurunan penglihatan pada penyandang diabetes tidak semestinya dianggap sebagai bagian wajar dari pertambahan usia. Kondisi ini dapat menjadi tanda retinopati diabetik, komplikasi yang berisiko menyebabkan kebutaan bila terlambat ditemukan dan ditangani.

Ancaman utamanya terletak pada sifat penyakit yang kerap tidak memunculkan keluhan pada tahap awal. Prof. dr. Muhammad Bayu Sasongko, M.Epi, Ph.D., Sp.M menegaskan bahwa kebutaan akibat kondisi ini sebenarnya sangat bisa dicegah.

Retinopati diabetik terjadi ketika diabetes merusak pembuluh darah di bagian belakang bola mata. Kerusakan tersebut dapat berlangsung perlahan selama bertahun-tahun tanpa disadari pasien.

Karena gejalanya tidak selalu terasa, pemeriksaan mata tidak perlu menunggu hingga pandangan sudah sangat terganggu. Skrining retina menjadi langkah penting untuk mendeteksi perubahan sejak dini dan menentukan kebutuhan rujukan.

Tanda Penglihatan yang Perlu Diperhatikan

Keluhan biasanya mulai terlihat ketika gangguan telah berkembang lebih jauh. Perubahannya dapat bertahap sehingga mudah dikira sebagai masalah mata biasa pada usia lanjut.

Gejala Gambaran Keluhan
Penglihatan menurun Pandangan tidak lagi setajam sebelumnya.
Warna kurang cerah Kecerahan warna yang terlihat berkurang.
Bintik hitam Titik atau bintik gelap muncul pada bidang pandang.
Penglihatan berbayang Objek tampak tidak jelas atau seperti memiliki bayangan.
Sulit melihat malam hari Pandangan terganggu dalam kondisi pencahayaan rendah.

Bayu menjelaskan bahwa banyak pasien belum menyadari ancaman kerusakan pembuluh darah mata dalam lima tahun pertama setelah mengalami diabetes. Kondisi itu membuat pemeriksaan berkala menjadi lebih penting daripada menunggu gejala muncul.

Health.kompas.com melaporkan, skrining mata bagi penyandang diabetes perlu dilakukan sebelum keluhan berat mengganggu aktivitas sehari-hari. Deteksi lebih awal memberi peluang penanganan dilakukan sebelum fungsi penglihatan memburuk.

Diabetes Dapat Merusak Lebih dari Mata

Prof. Em Yunir Sp.PD-KEMD menyatakan diabetes yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah di berbagai organ, termasuk mata dan ginjal. Risiko kerusakan dapat semakin berat ketika diabetes berjalan bersama kolesterol tinggi, obesitas, serta hipertensi.

Gangguan pembuluh darah tersebut bukan hanya berkaitan dengan retinopati diabetik. Yunir menyebut komplikasi diabetes dapat menyumbang sekitar 20 hingga 30 persen kasus pasien yang membutuhkan cuci darah.

Meski termasuk komplikasi yang sering ditemukan, retinopati diabetik belum selalu menjadi perhatian utama. Akibatnya, penurunan kualitas penglihatan pada usia lanjut masih kerap dinormalisasi dan pemeriksaan mata pun ditunda.

Upaya Memperluas Skrining Retina

Pemeriksaan diabetes telah masuk dalam layanan program cek kesehatan gratis, sehingga masyarakat dapat memantau gula darah secara berkala. Kementerian Kesehatan juga sedang mengintegrasikan layanan skrining retina bagi pasien diabetes di Puskesmas.

Pelaksanaannya masih menghadapi keterbatasan dokter spesialis mata dan distribusi tenaga medis yang belum merata. Banyak Puskesmas juga belum mempunyai program skrining retinopati diabetik aktif maupun perangkat kamera retina atau fundus camera.

Sejumlah pemangku kepentingan kemudian membentuk Konsorsium Diabetic Retinopathy Initiatives atau DRIVE. Program ini melibatkan akademisi, tenaga kesehatan, dan industri farmasi untuk menyiapkan studi serta penerapan layanan retinopati diabetik.

DRIVE memanfaatkan tele-ophthalmology agar dokter umum dan perawat di layanan primer dapat membantu melakukan skrining. Pasien dengan hasil positif selanjutnya dapat dirujuk secara sistematis ke Rumah Sakit Umum Daerah untuk memperoleh penanganan sesuai kebutuhan.

Direktur Akses, Komunikasi dan Penguatan Sistem Kesehatan Roche Indonesia, Lucia Erniawati, mengatakan dukungan diberikan untuk riset dan perancangan intervensi sistemik. Model tersebut diharapkan memperbaiki alur skrining serta rujukan agar penanganan penyelamatan penglihatan dapat dilakukan tepat waktu.

Berita Terbaru