Cobolli Tembus Final Tanpa Main, Zverev Tetap Memburu Gelar Grand Slam Pertama di Paris

Flavio Cobolli melangkah ke final Roland Garros 2026 lewat jalan yang tidak lazim, setelah Mateo Arnaldi mundur sebelum semifinal dimulai. Keputusan itu langsung mengubah peta persaingan di Lapangan Philippe-Chatrier, Paris, dan membuat duel puncak melawan Alexander Zverev semakin menarik perhatian.

Arnaldi disebut mengalami masalah kesehatan akibat virus dan tidak bisa turun ke lapangan. Pengumuman mundurnya dibuat sekitar pukul 17:35 BST, hanya 25 menit sebelum jadwal pertandingan di Paris.

Di sisi lain, Zverev memastikan tempat di partai puncak dengan kemenangan atas unggulan ke-26 Jakub Mensik. Petenis nomor dua dunia itu menang 7-5, 6-2, 3-6, 6-3 dan kembali menunjukkan konsistensi di turnamen tanah liat terbesar.

Hasil tersebut membuat Zverev kembali berada di posisi yang sangat dekat dengan gelar Grand Slam pertama dalam kariernya. Final Roland Garros 2026 menjadi final Grand Slam keempat bagi petenis asal Jerman itu, sekaligus final keduanya di Paris.

Beban besar ada di pihak Zverev

Bagi Zverev, laga ini membawa bobot yang jauh lebih besar daripada sekadar perebutan trofi biasa. Ia sudah beberapa kali mendekati gelar besar, tetapi belum berhasil mengakhirinya dengan kemenangan di final.

Kesempatan terdekatnya datang di US Open 2020 saat ia kalah dari Dominic Thiem dalam tie-break set kelima. Setelah itu, Zverev juga belum bisa menuntaskan peluang lain ketika kalah dari Carlos Alcaraz pada 2024 dan tumbang dari Jannik Sinner di final Australian Open 2025.

Kondisi itu membuat final di Philippe-Chatrier terasa sangat penting bagi perjalanannya. Setiap kesempatan yang tersisa kini menjadi semakin bernilai karena ia terus berada di ambang sejarah pribadi.

Cobolli datang dengan situasi yang berbeda

Cobolli mencapai final tanpa harus menyelesaikan semifinal, sesuatu yang jarang terjadi di panggung sebesar Roland Garros. Jalur seperti ini membuat namanya semakin mencuri perhatian menjelang duel melawan petenis peringkat dua dunia.

Mundurnya Arnaldi juga menambah nuansa unik karena keduanya sama-sama berasal dari Italia. Dalam kondisi seperti itu, Cobolli langsung mendapat tiket ke final tanpa perlu mengeluarkan tenaga ekstra di semifinal.

Zverev tetap membawa modal permainan yang stabil

Meski sorotan tertuju pada catatan finalnya, Zverev datang dengan performa yang terjaga sepanjang turnamen. Kemenangannya atas Mensik menunjukkan bahwa ia masih mampu menjaga ritme di momen-momen penting.

Usai pertandingan, Zverev menyoroti kebangkitan permainan Mensik pada set ketiga. Ia menilai lawannya sempat naik ke level yang lebih tinggi, lalu mengingatkan bahwa format lima set di Grand Slam membuat jalannya pertandingan bisa berubah dengan cepat.

Perhatian tertuju ke Philippe-Chatrier

Pertemuan Zverev dan Cobolli kini menjadi salah satu laga paling dinanti di Paris. Zverev mengejar gelar yang selama ini terus menjauh, sedangkan Cobolli ingin menutup perjalanan tak biasa itu dengan hasil terbaik.

Minat publik terhadap laga ini juga tinggi karena informasi link live streaming final Roland Garros 2026 banyak dicari penonton yang ingin mengikuti langsung pertandingannya. Semua mata akhirnya tertuju ke Philippe-Chatrier untuk melihat apakah Zverev bisa mengakhiri penantian panjangnya atau Cobolli justru melanjutkan kejutan besar di Paris.

Source: bola.bisnis.com

Berita Terkait