Daihatsu Menahan Harga Di Tengah Rupiah Melemah, Lokalisasi Komponen Jadi Penyangga Utama

Author: Redaksi Android62

PT Astra Daihatsu Motor belum mengubah harga jual mobilnya meski rupiah terus bergerak lesu terhadap dolar Amerika Serikat. Di saat banyak pelaku industri otomotif harus memantau tekanan biaya, Daihatsu memilih menahan harga sambil mengandalkan efisiensi produksi dan penguatan struktur biaya.

Kondisi itu menarik perhatian karena tekanan nilai tukar biasanya cepat terasa di industri yang masih memakai komponen impor. Namun, Daihatsu masih punya bantalan dari lokalisasi komponen yang sudah lebih dari 80 persen di Astra Daihatsu Motor, sehingga ruang untuk menjaga stabilitas harga masih terbuka.

Marketing Director dan Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor, Sri Agung Handayani, mengatakan harga Daihatsu sejauh ini belum naik. Ia menyebut harga masih bertahan dalam empat sampai lima bulan terakhir meski rupiah naik turun terhadap dolar AS.

Pernyataan itu disampaikan dalam Konferensi Pers Daihatsu Campaign 2026 di AI DSO Astra Biz Centre, BSD Tangerang, Rabu (20/5). Dari penjelasan Sri Agung, pergerakan kurs tetap menjadi perhatian, tetapi kondisi lokal yang sudah kuat membantu perusahaan menahan dampak langsung ke harga jual.

Efisiensi jadi cara menahan tekanan

ADM tidak menutup mata terhadap pelemahan rupiah. Perusahaan juga mengakui bahwa kondisi kurs berpotensi memengaruhi biaya investasi, tetapi belum melihat kebutuhan untuk langsung mengubah label harga produk di pasar.

Untuk meredam tekanan itu, ADM menjalankan efisiensi internal. Sri Agung menjelaskan perusahaan melakukan restrukturisasi biaya dan efisiensi di bagian manufaktur agar operasional tetap berkelanjutan.

Langkah tersebut berjalan bersama dorongan memperkuat pemasok lokal. Daihatsu memaksimalkan penggunaan komponen dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan pada impor yang lebih rentan terkena gejolak nilai tukar.

Fokus jangka panjang pada rantai pasok

ADM juga membahas solusi bersama total rantai pasok untuk mengembangkan lokalisasi sejumlah komponen. Fokusnya tidak hanya menjaga biaya tetap terkendali, tetapi juga membangun ketahanan pasokan dalam jangka panjang.

Sri Agung menilai pelemahan rupiah dan gangguan pasokan komponen bukan persoalan yang hanya dirasakan satu pabrikan. Menurut dia, konflik geopolitik yang terjadi saat ini ikut memberi tekanan pada suplai komponen, sehingga dampaknya meluas ke industri otomotif di Indonesia.

Karena itu, pengembangan komponen di dalam negeri dipandang sebagai strategi penting. Dengan memperbesar porsi lokal, risiko ketergantungan pada impor dapat ditekan dan penyesuaian biaya tidak harus langsung diteruskan ke konsumen.

Porsi komponen lokal yang sudah dominan juga menjadi alasan Daihatsu masih bisa menjaga harga tetap stabil. Selama struktur produksi masih ditopang pemasok dalam negeri, perusahaan memiliki ruang lebih besar untuk bertahan di tengah fluktuasi rupiah yang belum mereda.

Langkah Daihatsu menunjukkan bahwa tekanan kurs tidak selalu berujung pada kenaikan harga jual. Dalam situasi seperti ini, efisiensi produksi, lokalisasi komponen, dan penguatan rantai pasok menjadi penentu utama agar bisnis tetap berjalan tanpa membuat harga langsung melonjak.

Source: www.cnnindonesia.com
Berita Terbaru