Dana Kelolaan Sucorinvest Tembus Rp47,22 Triliun, Investor Beralih ke Instrumen Defensif

Author: Redaksi Android62

PT Sucorinvest Asset Management mencatat dana kelolaan atau AUM mencapai Rp47,22 triliun hingga akhir kuartal I/2026. Lonjakan itu ditopang derasnya minat investor pada instrumen defensif di tengah ketidakpastian pasar keuangan.

Reksa dana pasar uang menjadi pilihan utama saat saham dan obligasi masih berfluktuasi. Produk dengan risiko yang lebih terukur dan likuiditas tinggi itu dinilai memberi ruang bagi investor untuk tetap menjaga fleksibilitas dana.

Basis investor ritel ikut melebar

Pertumbuhan AUM Sucor AM berjalan seiring dengan kenaikan jumlah investor aktif yang kini melampaui 900.000 orang. Capaian ini mempertegas posisi perusahaan sebagai salah satu manajer investasi dengan basis investor ritel terbesar di Indonesia.

Direktur Investasi Sucor AM Dimas Yusuf mengatakan peningkatan literasi keuangan, program investasi secara rutin, serta ekspansi jaringan distribusi menjadi pendorong utama pertumbuhan tersebut. Menurut dia, ketiga faktor itu berkontribusi pada kenaikan AUM dan jumlah investor pada kuartal I/2026.

Produk pasar uang paling diburu

Di tengah sikap wait and see investor yang menanti arah pasar lebih jelas, produk pasar uang mencatat minat paling besar. Sucor AM menilai kondisi itu wajar karena jenis reksa dana ini menawarkan akses dana yang cepat dengan risiko yang relatif terkendali.

Kinerja produk mereka ikut mencerminkan tren tersebut. Sucorinvest Money Market Fund (SMMF) membukukan imbal hasil tahunan 4,78% hingga 8 Juni 2026, sedangkan Sucorinvest Sharia Money Market Fund (SSMMF) mencatat imbal hasil 4,47% pada periode yang sama.

Permintaan terhadap SSMMF bahkan sempat sangat tinggi hingga unit penyertaannya habis. Manajemen kemudian menambah kuota unit untuk mengakomodasi antusiasme investor ritel yang terus masuk.

Industri reksa dana masih bertahan

Di level industri, reksa dana nasional juga menunjukkan ketahanan di tengah tekanan ekonomi. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, nilai aktiva bersih industri reksa dana nasional mencapai Rp685,76 triliun hingga akhir Mei 2026.

Data tersebut menunjukkan pasar reksa dana domestik masih mampu tumbuh meski menghadapi ketidakpastian. Bagi Sucor AM, kondisi ini membuka ruang pertumbuhan yang besar selama investor tetap mencari instrumen dengan profil risiko yang sesuai.

Langkah kehati-hatian ke depan

Sucor AM memperkirakan dinamika pasar masih akan dipengaruhi kebijakan suku bunga global dan domestik. Perkembangan data makroekonomi terbaru juga dipandang akan ikut menentukan arah pergerakan saham dan obligasi.

Untuk reksa dana saham, perusahaan akan memprioritaskan emiten dengan fundamental kuat dan valuasi yang menarik. Sementara pada reksa dana pendapatan tetap, fokus diarahkan pada pengelolaan durasi aktif dan seleksi kredit yang ketat.

Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga kualitas aset dan mempertahankan kepercayaan nasabah reksa dana. Di tengah pasar yang belum sepenuhnya stabil, pendekatan defensif tetap menjadi landasan utama pengelolaan dana di Sucor AM.

Berita Terbaru