Penyaluran dana Program Indonesia Pintar atau PIP kembali berjalan pada Juni 2026 untuk membantu siswa dari keluarga kurang mampu. Bantuan ini ditujukan agar kebutuhan sekolah tetap terpenuhi dan risiko putus sekolah dapat ditekan.
Besaran dana yang diterima peserta didik tidak sama karena nominalnya menyesuaikan jenjang pendidikan. Dalam data anggaran 2026, bantuan PIP tercatat berada pada kisaran Rp225.000, Rp375.000, Rp450.000, Rp750.000, Rp900.000, hingga Rp1.800.000 per tahun.
Nominal berbeda sesuai jenjang
Siswa baru dan siswa kelas akhir umumnya menerima nilai bantuan yang lebih kecil. Hal itu terjadi karena alokasi dana hanya dihitung untuk satu semester atau enam bulan dalam tahun anggaran berjalan.
Skema bantuan ini diberikan dalam bentuk dana tunai langsung. Dengan mekanisme tersebut, dana dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan pendidikan sesuai kondisi masing-masing peserta didik.
Cara mengecek status penerima
Orang tua maupun siswa dapat mengecek status penerima bantuan secara mandiri melalui sistem resmi SIPINTAR Kemendikdasmen. Layanannya tersedia di laman pip.kemendikdasmen.go.id dan bisa diakses lewat ponsel pintar atau komputer.
Sebelum melakukan pengecekan, siapkan Nomor Induk Siswa Nasional atau NISN serta Nomor Induk Kependudukan atau NIK peserta didik. Setelah nomor dimasukkan ke kolom yang tersedia, pengguna juga perlu menyelesaikan kode captcha berupa perhitungan matematika sederhana.
Setelah itu, tekan tombol “Cari Data” atau “Cek Penerima PIP”. Sistem kemudian akan menampilkan hasil pencarian dan status penerimaan yang sudah tercatat dalam basis data nasional.
Jika status belum muncul
Bila status bantuan belum tampil atau dana belum masuk ke rekening, orang tua dan siswa tidak perlu langsung khawatir. Kondisi tersebut umumnya berkaitan dengan kendala teknis dalam sistem pengisian data.
Salah satu penyebabnya adalah situs sedang dalam perawatan atau maintenance. Selain itu, pemerintah juga rutin melakukan pembaruan data penerima bantuan secara berkala.
Proses penyesuaian data peserta didik di sistem pendidikan nasional juga dapat membuat status belum muncul untuk sementara. Karena itu, pengecekan situs secara berkala menjadi langkah yang disarankan agar perkembangan bantuan dapat terus dipantau.
