SAL Pemerintah Longgarkan Likuiditas Bank Mandiri, Kredit Makin Punya Ruang

Author: Redaksi Android62

Penempatan dana Saldo Anggaran Lebih atau SAL di Bank Mandiri memberi dorongan langsung pada likuiditas perseroan dan memperluas ruang penyaluran kredit. Dampaknya terasa pada struktur pendanaan yang lebih efisien, sehingga bank memiliki peluang lebih besar untuk menyalurkan pembiayaan ke sektor produktif.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini menyebut kehadiran dana SAL membawa dampak positif yang terukur bagi pendanaan perseroan. Efisiensi biaya dana itu dinilai membuka ruang yang lebih luas untuk menyalurkan kredit secara berkelanjutan.

Ruang intermediasi yang lebih longgar

Bank Mandiri menilai kebijakan penempatan SAL di perbankan nasional memperkuat fungsi intermediasi industri. Bank pelat merah itu melihat langkah tersebut membantu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkokoh ketahanan sektor keuangan.

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan penempatan dana SAL mencerminkan sinergi yang baik antara pemerintah dan industri perbankan. Menurut dia, kerja sama tersebut ikut mendukung pertumbuhan ekonomi melalui penguatan kapasitas perbankan dalam menyalurkan pembiayaan.

Riduan juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Keuangan atas kepercayaan menempatkan dana SAL di Bank Mandiri. Ia menegaskan dana itu menjadi bagian dari ekosistem penggerak ekonomi yang kontribusinya terasa langsung pada pertumbuhan kredit dan kebutuhan masyarakat.

DPK dan dana murah tetap dikejar

Di sisi pendanaan, Bank Mandiri tetap menargetkan pertumbuhan dana pihak ketiga atau DPK yang solid. Perseroan mengandalkan penghimpunan dana murah secara berkelanjutan melalui penguatan ekosistem dan akselerasi digital.

Novita menilai strategi tersebut menjadi fondasi bagi struktur pendanaan yang kuat dan resilien. Dengan basis pendanaan yang lebih sehat, bank memiliki ruang yang lebih baik untuk menjalankan intermediasi secara berkesinambungan.

Kredit diarahkan ke sektor produktif

Bank Mandiri memproyeksikan pertumbuhan kredit yang sejalan dengan laju industri hingga akhir tahun. Meski demikian, penyaluran pembiayaan tetap dilakukan secara selektif dengan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang disiplin.

Fokus utama penyaluran kredit diarahkan ke segmen UMKM. Bank Mandiri menilai segmen ini memiliki peran besar dalam mendorong perekonomian nasional dan mendukung ekonomi kerakyatan.

Riduan menegaskan posisi Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah dan penggerak ekonomi kerakyatan. Dengan pengelolaan aset yang disiplin, perseroan menyatakan siap terus memberi kontribusi positif bagi agenda prioritas pemerintah melalui pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan.

Source: finansial.bisnis.com
Berita Terbaru