Xpeng Ubah Total Struktur Robotik, Sinyal Kuat Menuju Produksi Massal

Author: Redaksi Android62

Xpeng mempercepat perombakan besar di bisnis robotiknya dengan menambah sembilan departemen tingkat kedua di pusat robotika. Langkah itu memperlihatkan bahwa perusahaan kini tidak lagi sekadar membangun riset humanoid robot, tetapi menyiapkan jalur kerja yang lebih lengkap menuju produksi massal.

Perubahan ini juga menegaskan arah baru Xpeng sebagai perusahaan physical AI. Chairman sekaligus CEO He Xiaopeng bahkan merangkap memimpin departemen produk, setelah sebelumnya mengambil alih langsung kendali atas unit robotik untuk mempercepat komersialisasi.

Fokus organisasi kini mengarah ke skala produksi

Laporan 21jingji menyebut sembilan departemen baru itu mencakup embodied systems engineering, general foundation model, brand marketing, control and safety development, embodied intelligence, data closed-loop, product matrix, dan project management. Susunan ini menunjukkan bahwa Xpeng mulai menata seluruh rantai kerja, dari pengembangan teknologi hingga kesiapan produk dan pemasaran.

Dalam surat internalnya, He mengatakan bahwa selama setahun terakhir ia meluangkan setidaknya satu hari penuh setiap pekan untuk bisnis robotik. Ia terlibat langsung dalam pemikiran mendalam, diskusi, dan pengambilan keputusan di unit tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa peningkatan di level manajemen senior menjadi langkah penting dalam transformasi strategis Xpeng. Menurut He, bisnis robotik kini mengintegrasikan banyak modul inti di dalam grup, mulai dari hardware, AI large models, supply chain, precision manufacturing, hingga marketing.

Keunggulan Xpeng ada pada pertukaran keahlian lintas bisnis

Posisi Xpeng dinilai unik karena perusahaan bergerak di dua bidang sekaligus, yakni humanoid robot dan mobil. Situasi ini memungkinkan banyak kapabilitas internal dipakai lintas unit, mulai dari perangkat keras hingga pengembangan kecerdasan buatan.

Contoh paling jelas terlihat pada Gu Jie, kepala embodied systems engineering department di robotics center. Ia juga menjabat sebagai kepala powertrain Xpeng dan sebelumnya memimpin tim yang mengembangkan teknologi super extended-range perusahaan.

Di sisi perangkat lunak, pendekatan VLA atau Vision-Language-Action serta world models dipandang bisa mendukung autonomous driving dan robotik secara bersamaan. Karena itu, Liu Xianming yang memimpin general foundation model department juga menjabat sebagai kepala general intelligence center Xpeng.

Pada CVPR 2026, Liu menghadiri workshop pertama tentang penerapan embodied intelligence foundation models. Dalam tulisannya setelah acara itu, ia menjelaskan bahwa VLA belajar dari perilaku manusia sementara world models belajar dari cara dunia berevolusi, dan keduanya saling melengkapi.

Persaingan startup EV China bergeser ke fasilitas dan pengiriman

Perombakan di Xpeng juga mencerminkan tren yang lebih luas di kalangan startup EV China. 21jingji mencatat bahwa para pemain kini semakin menata organisasi mereka di sekitar robotik, bukan hanya kendaraan listrik.

Li Auto menjadi salah satu contoh, setelah merestrukturisasi divisi intelijensinya menjadi tiga tim pada 14 Februari. Ketiganya menangani humanoid robot, software bodies, dan foundation models, lalu pada Mei perusahaan itu menambah tiga departemen tingkat kedua lagi.

Satu narasumber yang menjabat CTO di perusahaan pembuat humanoid robot menilai pengalaman pada infrastruktur AI untuk melatih model autonomous driving juga bisa diterapkan ke robot. Ia bahkan menyebut bahwa untuk robot, infrastruktur AI lebih penting daripada model besar itu sendiri.

21jingji juga menyebut 2026 sebagai tahun pertama komersialisasi humanoid robot. Persaingan antarpabrikan kini bergeser dari fokus pada tim, demo, dan makalah menjadi pertarungan fasilitas, produksi massal, dan pengiriman, sementara sejumlah perusahaan disebut telah tumbang menjelang produksi skala besar.

Seorang CEO perusahaan humanoid robot berpendapat bahwa produsen mobil dan pembuat ponsel punya keunggulan di bidang robotik. Alasannya, mereka lebih memahami ritme produksi, standar, serta keseimbangan antara pasokan, manufaktur, dan penjualan.

Di tengah perubahan itu, Xpeng berusaha mengintegrasikan semua kemampuan inti di dalam grup agar siap menghadapi fase paling menentukan. Bagi perusahaan ini, lomba utama tampaknya bukan lagi sekadar membuat robot yang bisa berjalan, melainkan memastikan robot tersebut siap diproduksi dan dikirim dalam skala besar.

Source: cnevpost.com
Berita Terbaru