Danantara Dan Hisense Mulai Jajaki Kerja Sama Teknologi, Prabowo Saksikan Langsung Penandatanganan MoU

Author: Redaksi Android62

Kerja sama antara Badan Pengelola Investasi Danantara dan Hisense Group diarahkan bukan hanya untuk masuknya modal, tetapi juga untuk membawa transfer teknologi ke Indonesia. Arah itu mengemuka saat Presiden Prabowo Subianto menyaksikan langsung penandatanganan nota kesepahaman kedua pihak di kediaman pribadinya di Kertanegara, Jakarta.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah menempatkan investasi berkualitas sebagai fokus utama. Bagi pemerintah, kolaborasi dengan pelaku industri global harus memberi dampak yang lebih luas bagi ekonomi dalam negeri dan memperkuat daya saing industri nasional.

MoU menjadi pintu awal kerja sama

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa nota kesepahaman Danantara dan Hisense merupakan langkah awal untuk menjajaki kerja sama di bidang teknologi. Ia menyebut proses penandatanganan itu berlangsung dalam suasana yang hangat dan produktif, dengan Presiden Prabowo menyaksikannya secara langsung.

Penandatanganan dilakukan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara Rosan Roeslani, CTO Danantara Sigit Puji Santosa, dan Chairman Hisense Group Jia Shaoqian. Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih juga hadir mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut.

Arah investasi yang diincar pemerintah

Pemerintah memandang kemitraan ini sebagai peluang untuk mendorong investasi yang lebih berkualitas ke Indonesia. Di saat yang sama, kerja sama tersebut diharapkan mempercepat transfer teknologi agar ekosistem industri nasional berkembang lebih cepat.

Prasetyo mengatakan Presiden menyambut baik minat Hisense untuk memperkuat kemitraan dengan Indonesia. Arah kerja sama itu dinilai sejalan dengan agenda pembangunan nasional dan kebutuhan memperkuat industri dalam negeri agar lebih siap bersaing di pasar internasional.

Dukungan lintas sektor dalam pertemuan

Pertemuan dengan delegasi Hisense juga dihadiri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Wakil Menteri Pertanian Sudaryono. Kehadiran para pejabat itu memperlihatkan bahwa investasi teknologi dipandang penting lintas sektor.

Dari sisi pemerintah, kerja sama ini tidak diposisikan sebagai urusan satu lembaga saja. Kolaborasi Danantara dan Hisense diarahkan menjadi upaya jangka panjang yang saling menguntungkan bagi pembangunan industri nasional.

Dampak yang diharapkan lebih luas

Selain memperkuat industri, kemitraan ini juga diproyeksikan dapat menciptakan lapangan kerja baru. Pemerintah menilai masuknya investasi dan teknologi yang lebih maju dapat membantu meningkatkan posisi Indonesia di sektor industri strategis.

Pertemuan di Kertanegara menjadi penanda bahwa pembahasan investasi kini bergerak ke arah yang lebih spesifik. Fokusnya tidak lagi hanya pada komitmen modal, tetapi juga pada penguatan kemampuan industri nasional agar bisa berkembang lebih cepat dan bersaing lebih luas.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru