447 Buruh PT Granito Menunggu Nasib, Danantara Disiapkan Jadi Penyelamat

Pemerintah menyiapkan skema penyelamatan bagi PT Granito untuk mencegah PHK massal yang mengancam 447 buruh. Salah satu opsi yang dibahas adalah pengambilalihan perusahaan oleh Danantara jika pemilik tidak sanggup melanjutkan usaha.

Skema itu muncul setelah pembahasan antara Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal dengan COO Danantara Dony Oskaria di Jakarta. Dalam pembahasan itu, pemerintah juga membuka kemungkinan mencari investor baru bila akuisisi tidak menjadi jalan yang dipilih.

PHK disebut belum final

Said Iqbal menegaskan jumlah pekerja yang terdampak berada di kisaran ratusan orang, bukan ribuan maupun 55 ribu seperti yang sempat beredar di publik. Menurut dia, angka yang lebih tepat adalah sekitar ratusan buruh yang kini menunggu kepastian nasib mereka.

Andi Gani Nena Wea, Presiden KSPSI, juga menyebut ada sekitar 447 pekerja anggota KSPSI yang terdampak kebijakan PHK di PT Granito. Ia berharap mereka bisa kembali diserap jika intervensi pemerintah benar-benar dijalankan.

Biaya produksi mulai turun, tapi tekanan belum hilang

Isu PHK di PT Granito sebelumnya mencuat karena tingginya harga gas industri yang membebani operasional. Kementerian ESDM telah menurunkan harga gas industri dari kisaran US$ 20-23 per MMBTU menjadi US$ 13 per MMBTU untuk meredakan biaya produksi pabrik.

Said menyebut penurunan harga gas membuat sejumlah produsen granit dan keramik memperoleh ruang napas. Serikat buruh juga menerima informasi bahwa kondisi struktur biaya perusahaan membaik sehingga PHK bisa dihindari setidaknya untuk sementara.

Namun, efisiensi tenaga kerja di PT Granito disebut tidak hanya dipicu oleh harga gas. Perusahaan juga tengah melakukan diversifikasi bisnis ke sektor asbes dan mengurangi fokus pada bisnis granit.

Danantara dibahas sebagai penopang modal

Dalam rapat Satgas PHK bersama jajaran menteri dan pimpinan DPR RI, skema bantuan permodalan juga ikut dibicarakan. Menurut Said, Danantara pada prinsipnya siap membantu bila PT Granito memang membutuhkan suntikan modal agar PHK tidak terjadi.

Serikat pekerja menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga kelangsungan kerja buruh jika pemilik pabrik memutuskan berhenti beroperasi. Andi Gani mengatakan pemerintah akan mengambil alih perusahaan bila pengusaha tidak melanjutkan kegiatan usahanya.

Pasar impor menambah tekanan baru

Meski harga gas sudah turun, industri keramik nasional masih menghadapi tekanan lain dari produk impor. Said menyebut granit dan keramik impor kini dijual sekitar 50% lebih murah di pasaran, sehingga menjadi tantangan tambahan bagi produsen dalam negeri.

Situasi itu masih dibahas dalam Satgas PHK bersama pihak terkait. Bagi PT Granito, pilihan antara melanjutkan usaha, mencari investor baru, atau masuk ke skema akuisisi menjadi penentu apakah PHK bisa benar-benar dicegah.

Berita Terkait