Irjen Pol Pipit Rismanto akan menempati kursi Kapolda Jawa Barat setelah rotasi besar di tubuh Polri yang tertuang dalam Surat Telegram Nomor ST/960/V/KEP./2026 tertanggal 7 Mei 2026. Penugasan baru ini menempatkannya di salah satu wilayah dengan dinamika keamanan dan penegakan hukum yang tinggi.
Pergantian jabatan itu juga menarik perhatian karena Pipit memiliki rekam jejak panjang di daerah yang dekat dengan persoalan tambang, terutama saat bertugas di Bangka Belitung. Pengalaman tersebut kini ikut menjadi sorotan menjelang tugas barunya di Polda Jawa Barat.
Jejak penugasan di Bangka Belitung
Nama Pipit Rismanto bukan orang baru bagi lingkungan kepolisian di Bangka Belitung. Ia pernah menjabat Kapolres Bangka pada 6 Desember 2011 saat masih berpangkat AKBP.
Setelah sempat bertugas di Polda Sumatera Barat, Pipit kembali ke Bangka Belitung pada 2015. Di daerah itu, ia kemudian memimpin Direktorat Kriminal Khusus Polda Kepulauan Bangka Belitung.
Posisi tersebut membuatnya bersentuhan dengan berbagai perkara hukum khusus, termasuk yang berkaitan dengan pertambangan. Riwayat itu menjadi salah satu alasan namanya kembali diperbincangkan dalam rotasi terbaru Polri.
Pengalaman di bidang penegakan hukum spesifik
Kabid Humas Polda Bangka Belitung Kombes Agus Sugiyarso membenarkan bahwa Pipit memang pernah bertugas di wilayah tersebut. Agus juga menyebut Pipit pernah bertugas di Bareskrim Polri sebagai Kasubdit I Direktorat Pidana Tertentu.
Penugasan itu memperpanjang catatan karier Pipit di bidang penegakan hukum yang menyentuh perkara-perkara spesifik. Latar belakang tersebut membuat profilnya dinilai menonjol ketika ia dipindahkan ke jabatan yang lebih besar.
Dari Kalimantan Barat menuju Jawa Barat
Sebelum bergeser ke Jawa Barat, Pipit memimpin Polda Kalimantan Barat selama hampir tiga tahun. Masa tugas itu berlangsung sejak Maret 2023 sampai namanya masuk dalam rotasi terbaru Polri.
Perpindahan ini menempatkannya di wilayah dengan kompleksitas yang tidak ringan. Jawa Barat dikenal sebagai daerah dengan dinamika sosial dan penegakan hukum yang tinggi, sehingga pengalaman operasional menjadi bekal penting bagi pemimpinnya.
Bagian dari rotasi besar Polri
Mutasi yang mengantar Pipit ke Jawa Barat bukan pergantian tunggal. Surat Telegram tersebut memuat rotasi sembilan kapolda serta puluhan pejabat utama lain di lingkungan Polri.
Pergantian jabatan itu juga menyentuh Kapolresta Pangkalpinang. Jabatan tersebut berpindah dari Kombes Max Mariners kepada AKBP Indra Wijatmiko yang sebelumnya menjabat Kabaginfolog Rolog Polda Riau.
Max Mariners kemudian menempati jabatan baru sebagai Peneliti Ilmu Kepolisian Madya Tingkat III Puslitbang Polri. Rotasi ini menunjukkan bahwa perubahan di tubuh Polri berlangsung cukup luas dan melibatkan sejumlah posisi strategis.
Di tengah perpindahan para pejabat itu, nama Pipit menonjol karena kombinasi pengalaman lapangan dan rekam jejak penanganan perkara tertentu. Latar belakang itulah yang kini ikut melekat pada tugas barunya saat memimpin Polda Jawa Barat.
Source: jatim.tribunnews.com






