Geely kini menempatkan diri di titik yang cukup strategis di pasar elektrifikasi Indonesia. Dengan rentang harga Rp255 juta sampai Rp499,8 juta, merek asal China ini menyasar pembeli kelas menengah yang saat ini menjadi incaran utama banyak pabrikan EV.
Pilihan produknya juga tidak dibuat satu arah. Geely membawa hatchback listrik kompak, SUV listrik menengah, serta satu model plug-in hybrid untuk menjangkau konsumen yang belum sepenuhnya ingin beralih ke mobil listrik murni.
Tiga model, tiga karakter pasar
Di lini paling bawah, Geely EX2 menjadi pintu masuk yang paling terjangkau. Hatchback listrik kompak ini dipasarkan Rp255 juta untuk varian Pro dan Rp285 juta untuk varian Max.
Posisi EX2 cukup penting karena model ini sudah dirakit lokal. Karakter bodinya yang ringkas membuatnya lebih cocok untuk mobilitas harian di kota besar seperti Jakarta atau Bandung.
Di atasnya ada Geely EX5 yang bermain di segmen SUV listrik menengah. Harga resminya per April 2026 tercatat Rp439 juta untuk varian Pro dan Rp479 juta untuk varian Max.
Sementara itu, Geely Starray EM-i diposisikan paling tinggi dengan banderol Rp499,8 juta. Model ini bukan mobil listrik murni, melainkan PHEV yang tetap masuk ke strategi elektrifikasi Geely di Indonesia.
EX2 sebagai gerbang masuk
Geely EX2 sempat menarik perhatian sejak awal peluncurannya karena pernah ditawarkan mulai Rp229 jutaan. Harga promo itu membuatnya sempat masuk daftar mobil listrik termurah di Indonesia.
Meski banderol terbarunya sudah naik dari harga promo, EX2 tetap relevan sebagai opsi awal bagi konsumen yang baru mulai melirik kendaraan listrik. Model ini ditujukan untuk pembeli yang ingin mobil kompak, praktis, dan tidak langsung masuk ke segmen yang lebih mahal.
Peran seperti ini membuat EX2 berbeda dari model lain di jajaran Geely. Ia tidak dibangun untuk menjadi yang paling besar atau paling bertenaga, tetapi untuk menjadi langkah awal yang masuk akal bagi pasar perkotaan.
EX5 jadi model utama
Jika EX2 berfungsi sebagai pembuka, EX5 menjadi model yang paling menentukan arah ekspansi Geely. SUV listrik ini menyasar pembeli yang mencari kabin lebih lapang, fitur lebih lengkap, dan tenaga yang lebih tinggi.
Geely EX5 disebut memiliki tenaga sekitar 214 hp. Jarak tempuhnya juga hampir 500 km, sehingga model ini cukup kompetitif di kelas SUV listrik menengah.
Di luar harga resmi yang tercatat pada April 2026, sejumlah dealer menyebut EX5 bisa berada di kisaran Rp465 juta hingga Rp505 juta. Perbedaan ini bergantung pada varian dan promo yang tersedia di lapangan.
EX5 juga dibekali fitur yang cukup modern, termasuk ADAS, panoramic sunroof, dan kemampuan fast charging. Kombinasi tersebut membuat SUV ini menjadi salah satu produk paling penting dalam strategi Geely di Indonesia.
Starray EM-i untuk pasar yang masih transisi
Keberadaan Starray EM-i memperlihatkan bahwa Geely tidak hanya fokus pada EV murni. Model PHEV ini disiapkan untuk konsumen yang masih membutuhkan fleksibilitas mesin bensin, tetapi ingin mulai menikmati efisiensi dari teknologi elektrifikasi.
Pendekatan itu cukup relevan di pasar yang masih berada dalam fase transisi. Tidak semua konsumen siap langsung pindah ke mobil listrik penuh, sehingga opsi seperti Starray EM-i tetap punya tempat.
Dengan hadirnya model ini, Geely membangun jalur yang lebih bertahap. Konsumen bisa memilih antara hatchback listrik kompak, SUV listrik menengah, atau plug-in hybrid sesuai kebutuhan dan kesiapan masing-masing.
Posisi Geely di tengah persaingan
Strategi Geely tampak mengarah pada value for money. Alih-alih menghadirkan terlalu banyak nama produk, merek ini memilih lini yang lebih terarah dan menempatkan produknya di segmen yang sedang ramai dicari.
Di tengah persaingan dengan BYD, Wuling, dan Chery, pendekatan itu membuat Geely punya ruang untuk tampil dengan harga yang tetap kompetitif. EX2 menyasar pembeli baru, EX5 bergerak di segmen SUV listrik populer, dan Starray EM-i mengisi celah untuk konsumen yang belum siap ke EV penuh.
Dengan rentang harga dari Rp255 juta sampai Rp499,8 juta, Geely kini berada di area yang sangat penting bagi pasar otomotif Indonesia. Kombinasi harga, teknologi modern, dan pilihan elektrifikasi yang beragam membuat langkah merek ini layak diperhatikan.
