Dari Songkok Hingga Tubeteika, 10 Peci Pria yang Cocok untuk Ibadah dan Gaya Rapi

Author: Redaksi Android62

Tubeteika dan pakol menjadi bukti bahwa peci pria punya variasi yang jauh lebih luas daripada model hitam polos yang paling sering terlihat. Di balik bentuknya yang sederhana, peci ternyata bisa tampil sebagai penanda budaya, pelengkap busana muslim, hingga aksesori yang memberi kesan rapi dalam berbagai suasana.

Di Indonesia, pilihan peci tidak hanya dipakai untuk ibadah. Banyak pria mengenakannya untuk acara formal, gaya harian, atau sekadar menyesuaikan tampilan agar terlihat lebih tertata dan elegan.

Model klasik yang paling mudah dikenali

Peci hitam polos masih menjadi model yang paling umum ditemui. Desainnya sederhana dan mudah dipadukan dengan berbagai pakaian muslim.

Di Indonesia, model ini juga dikenal sebagai peci hitam nasional atau peci songkok. Bentuknya yang kaku membuatnya terasa formal, sehingga sering dipilih untuk ibadah dan acara yang membutuhkan tampilan rapi.

Peci putih juga punya tempat tersendiri, terutama dalam konteks ibadah haji. Model ini kerap disebut peci haji karena cocok dipadukan dengan pakaian ihram yang serba putih.

Pilihan yang memberi sentuhan motif dan tekstur

Bagi yang ingin tampilan sedikit lebih hidup, peci motif bordir menjadi salah satu opsi yang menarik. Hiasan benang bordir membuat permukaannya terlihat lebih menonjol saat dikenakan.

Ada juga peci batik yang membawa ciri khas budaya Indonesia ke dalam busana pria. Model ini tetap memberi nuansa religius, tetapi tampil lebih unik berkat corak batik yang digunakan.

Peci rajut menawarkan karakter yang berbeda lewat benang-benang rajut yang membentuk seluruh bagian peci. Model ini disebut lebih fleksibel dan ringan dibanding peci nasional yang cenderung lebih kaku.

Model modern yang terasa lebih santai

Selain model klasik, ada beberapa peci yang tampil lebih modern. Beanie hat atau kupluk juga bisa digunakan sebagai peci dan memberi kesan santai sekaligus membantu melindungi kepala dari udara dingin.

Miki hat menjadi pilihan lain yang cukup dikenal. Bentuknya sekilas mirip snapback, tetapi tanpa lidah, sehingga tampil lebih sederhana.

Peci cap memiliki kemiripan dengan miki hat, tetapi ukurannya bisa diatur mengikuti kepala. Karakter itu membuatnya terasa seperti memakai topi biasa dan lebih praktis bagi sebagian pengguna.

Model dari luar negeri yang ikut populer

Pakol berasal dari Afganistan dan Pakistan, tetapi model ini juga sering dipakai umat muslim di Indonesia. Ciri khas bentuknya membuat pakol terlihat berbeda dari peci yang lebih umum dijumpai sehari-hari.

Tubeteika datang dari Uzbekistan dan memiliki bentuk agak meruncing di bagian atas. Siluet ini membuatnya tampak unik di antara model peci lain yang cenderung sederhana.

Keragaman itu menunjukkan bahwa peci sudah berkembang melampaui fungsi dasarnya sebagai pelengkap ibadah. Banyak pria memilih model yang berbeda sesuai kebutuhan, mulai dari acara formal, busana muslim, hingga pemakaian harian yang tetap mengutamakan kenyamanan.

Pada akhirnya, ukuran yang pas, bahan yang adem, dan desain yang sesuai kebutuhan tetap menjadi pertimbangan utama. Dengan pilihan yang semakin beragam, peci kini hadir sebagai aksesori yang bisa menyesuaikan gaya, fungsi, dan karakter pemakainya.

Source: www.idntimes.com
Berita Terbaru