MAGMA Entertainment menempatkan Badut Gendong sebagai bagian penting untuk memperluas Semesta Qodrat. Film ini tidak berdiri sebagai cerita lepas, melainkan sebagai pintu masuk untuk mengenal sosok yang disiapkan menjadi lawan paling emosional bagi Ustaz Qodrat.
Di pusat cerita, ada Darso, pengamen jalanan yang sehari-hari mencari nafkah dengan kostum badut. Karakter yang diperankan Marthino Lio itu hidup bersama istrinya, Darsi, yang sedang mengandung, dan keduanya hanya ingin membangun kehidupan yang layak untuk keluarga kecil mereka.
Harapan sederhana itu runtuh setelah Darsi dan janin yang dikandungnya dibunuh sekelompok preman. Dari titik itulah hidup Darso berubah total, dan duka yang ia bawa pulang ke kampung halaman justru menyeretnya ke lapisan teror yang lebih gelap.
Kampung halaman Darso ternyata tidak menjadi tempat pulih. Wilayah itu sudah dilanda konflik yang dipicu keserakahan korporat, sementara amuk massa dan ketegangan sosial membuat situasi semakin tak terkendali.
Di tengah kekacauan tersebut, Darso terseret ke dalam ritual kuno yang sesat. Ritual itu dilakukan seorang dukun tetua desa untuk memanggil entitas pendendam, dan dari sanalah sumber teror dalam cerita mulai terbentuk.
Charles Gozali, yang duduk di kursi sutradara, menyebut karakter Badut Gendong memang sejak awal disiapkan sebagai ancaman penting. Ia menegaskan bahwa film ini diberi ruang khusus agar publik bisa memahami betapa mengerikannya sosok tersebut.
Pendekatan itu membuat Badut Gendong bergerak di dua jalur sekaligus. Horor supranatural tetap hadir, tetapi denyut utamanya bertumpu pada tragedi keluarga, rasa kehilangan, dan kemarahan yang berubah menjadi kekuatan gelap.
Fokus seperti itu juga membuat film ini tidak hanya ditujukan untuk penggemar lama Qodrat. Charles menilai Badut Gendong tetap bisa menjadi pintu masuk bagi penonton baru yang ingin masuk ke dalam semesta tersebut.
Dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (27/5), ia menjelaskan bahwa film ini memang dirancang agar dapat dinikmati oleh dua kelompok penonton sekaligus. Di satu sisi, ada penonton yang sudah mengenal Qodrat, sementara di sisi lain ada penonton baru yang bisa masuk lewat cerita ini.
Strategi tersebut terlihat dari cara film ini meramu drama emosional dengan unsur supranatural. MAGMA Entertainment menempatkannya sebagai langkah untuk memperluas identitas Qodrat ke level yang lebih besar.
Selain Marthino Lio, film ini juga dibintangi Clara Bernadeth, Derby Romero, dan Dayinta Melira. Sejumlah nama lain yang ikut terlibat ialah Iskak Khivano, Vonny Anggraini, Totos Rasiti, Insan Nur Akbar, Barry Prima, dan Jose Rizal Manua.
Badut Gendong diproduksi oleh MAGMA Entertainment dan diarahkan Charles Gozali. Film ini diposisikan sebagai spin-off atau prequel rival dalam Semesta Qodrat, sehingga fokus utamanya memang berada pada asal-usul ancaman yang kelak berhadapan dengan Ustaz Qodrat.
Film tersebut dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 27 Mei 2026. Dengan premis yang bertumpu pada duka, dendam, dan kekuatan gelap, Badut Gendong disiapkan untuk membuka sisi paling kelam dari dunia Qodrat.
