Data ekonomi dinilai menjadi fondasi utama dalam arah pembangunan Kabupaten Lembata, terutama untuk menarik investasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan memperkuat ekonomi daerah. Karena itu, pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Lembata mendapat sorotan sebagai langkah awal yang menentukan.
Wakil Bupati Lembata Muhamad Nasir menegaskan bahwa tanpa data yang valid, perencanaan pembangunan bisa meleset dari sasaran. Ia menyebut Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi dasar penting bagi perencanaan pembangunan daerah maupun nasional.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lembata, kami menyampaikan apresiasi atas momentum penting ini dalam memperkuat fondasi pembangunan ekonomi. Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi dasar perencanaan pembangunan daerah dan nasional,” ujarnya.
Dimulai dengan gong dan penyematan atribut
Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Lembata dilakukan lewat pemukulan gong dan penyematan atribut kepada petugas sensus. Kegiatan itu berlangsung di ballroom Olimpik, Kota Lewoleba, pada Senin (15/6/2026).
Acara tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian persiapan sensus di daerah itu. Sekitar 240 peserta hadir dalam kegiatan yang melibatkan unsur Forkopimda, pimpinan OPD, para camat, lurah, dan petugas sensus.
Dukungan lintas unsur dianggap penting
Dalam kesempatan yang sama, dibacakan Deklarasi Dukungan Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Lembata. Deklarasi itu menegaskan komitmen pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pelaksanaan sensus secara bertanggung jawab agar data yang dihasilkan benar dan terpercaya.
Wakil Bupati juga mengajak masyarakat dan pelaku usaha memberikan informasi yang benar serta lengkap kepada petugas sensus. Ia meminta seluruh jajaran pemerintah daerah memberi dukungan maksimal agar pelaksanaan SE 2026 berjalan sukses di Kabupaten Lembata.
BPS jamin kerahasiaan data responden
Kepala BPS Kabupaten Lembata Leonard Rizalis Lalang menyampaikan bahwa petugas sensus akan bekerja secara profesional sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Ia menegaskan kerahasiaan data yang diberikan responden akan dijaga.
Menurut laporan panitia, Sensus Ekonomi merupakan kegiatan statistik berskala nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali. SE 2026 tercatat sebagai sensus ekonomi kelima sejak pertama kali digelar pada 1986.
Kegiatan pencanangan tersebut juga dihadiri Kajari Lembata Raden Ari Wijaya Kawedhar, Kapolres Lembata Nanang Wahyudi, serta unsur Forkopimda lainnya yang menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Lembata.
Source: mediaindonesia.com






