DDR3 Lama Mendadak Makin Mahal, Krisis RAM AI Kini Menyentuh PC Lawas

Author: Redaksi Android62

DDR3 yang selama ini dianggap tinggal sejarah justru ikut terseret kenaikan harga memori di 2026. Tekanan pasokan yang awalnya menghantam DDR5, lalu merembet ke DDR4, kini mulai terasa juga pada standar yang usianya sudah lebih dari satu dekade ini.

TrendForce menilai gangguan pasar memori modern itulah yang memicu efek berantai hingga ke DDR3. Kenaikannya tidak setajam DDR4 dan DDR5, tetapi cukup untuk membuat memori lawas ini tetap mahal di saat banyak pengguna mengira pasar sudah sepenuhnya meninggalkannya.

Pasar lama yang belum benar-benar pergi

Permintaan DDR3 memang jauh menyusut di pasar konsumen, tetapi bukan berarti hilang. Masih ada sektor industri, perangkat medis, sistem jaringan, dan berbagai peralatan komersial lain yang tetap bergantung pada memori ini untuk beroperasi.

Sebagian besar sistem tersebut tidak membutuhkan dukungan Windows 11 dan bahkan banyak yang tidak tersambung ke internet. Namun, selama perangkat itu masih memakai DDR3, kebutuhan pasokan tetap ada dan ikut menekan harga saat produksi makin menyusut.

Lonjakan di China memberi sinyal awal

Gambaran ketatnya pasokan sudah muncul sejak awal 2026. Videocardz mengutip Board Channels yang melaporkan penjualan motherboard DDR3 di China melonjak 2-3 kali lipat pada Januari 2026.

Pada bulan yang sama, TrendForce juga mencatat DDR3 berada dalam pasokan ketat, terutama untuk modul berkapasitas tinggi 2GB. Situasi itu kemudian diperkuat oleh Versalogic pada April, ketika perusahaan tersebut menyebut harga keseluruhan masih berada di rekor tertinggi untuk DDR3, DDR4, dan DDR5.

Windows 11 mempercepat berakhirnya era PC DDR3

Di sisi lain, ekosistem PC berbasis DDR3 juga makin terdesak oleh perubahan platform. Windows 10 resmi mencapai akhir dukungan pada 14 Oktober 2025, sehingga banyak perangkat lama ikut terdorong ke fase transisi yang sulit.

Masalah utamanya bukan DDR3 secara langsung, melainkan prosesor yang biasanya dipasangkan dengannya. Sebagian besar CPU lama itu tidak memenuhi syarat Windows 11, termasuk kebutuhan TPM 2.0, sehingga kompatibilitas perangkat ikut menjadi penghalang.

Intel 4th Gen “Haswell” Core dengan soket LGA 1150 disebut sebagai platform konsumen besar terakhir yang masih mendukung DDR3, dan debutnya sudah 13 tahun lalu. Walau ada sejumlah cara untuk melewati sebagian pemeriksaan CPU dan TPM Windows 11, kebanyakan pengguna tetap mendapati PC lama mereka tidak lagi didukung.

DDR4 ikut mahal, DDR3 jadi pilihan terakhir

Di tengah situasi itu, DDR4 memang masih menjadi alternatif yang lebih masuk akal bagi banyak pengguna pada 2026 karena dukungan CPU dan motherboard masih luas. Namun, DDR4 juga ikut naik harga akibat permintaan yang tinggi, sehingga sebagian orang mulai melirik DDR3 ketika opsi yang lebih baru makin sulit dijangkau.

Masalahnya, DDR3 tidak lagi diproduksi dalam jumlah besar. Itulah sebabnya memori ini bertahan bukan karena kembali populer, melainkan karena kebutuhan industri yang belum bisa lepas darinya dan dampak lanjutan dari kelangkaan memori modern.

Berita Terbaru